Menyampaikan Kebenaran Bukan Penghinaan

oleh: Ali Sina

Teroris Muslim Menakut-nakuti Penerbit Inggris Supaya Minta Maaf

Pada tanggal 10 November, Muslim Public Affair Committee (Komite Muslim Urusan Umum), MPAC, badan sejenis CAIR (badan Muslim Amerika) yang ada di Inggris, menerbitkan sebuah surat berisi kemarahan mereka. Mereka mengutuk penerbit Amber Books dari Inggris dengan tuduhan telah melakukan penghujatan. Kehebohan ini adalah mengenai sebuah buku yang berjudul Sejarah Hukuman, yang baru-baru ini diterbitkan oleh Amber Books.

Buku tersebut sama sekali bukan tentang Islam. Situs Amber Books menjelaskan: “Sejarah Hukuman” memberikan gambaran yang lengkap mengenai hal ini, dimulai dari undang-undang dan hukuman dari Mesopotamia kuno dan kode Hammurabi, sampai dengan masa kini, yaitu berkaitan dengan tindakan-tindakan yang dilakukan sekarang, termasuk pemenjaraan, hukuman fisik dan hukuman mati. Buku itu pun membahas aturan-aturan hukum dan penghukumannya, termasuk bab-bab mengenai cara-cara kuno dalam menghukum, seperti hukuman yang dalam Alkitab, hukuman cara Romawi, dan hukum sharia.”

Jadi, mengapa Muslim kemudian menjadi sangat marah? Karena ternyata dalam buku tersebut ada gambar Muhammad yang tengah dikelilingi perempuan telanjang.

MPAC meminta orang-orang muslim untuk menyampaikan keluhan mereka kepada penerbit buku tersebut, dengan menekankan pada hal-hal berikut:

  • Bagi Muslim, amatlah sangat penting untuk tidak membuat gambar Nabi mereka Muhammad dalam bentuk apapun.
  • Penerbitan dari gambar pada halaman 36 dari “Sejarah Hukuman” oleh Lewis Lyons sangat mengganggu Muslim.
  • Gambar itu sangat menyinggung karena gambar tersebut menggambarkan nabi Muhammad (saw) yang tengah dikelilingi perempuan telanjang, sehingga mencirikannya sebagai laki-laki cabul dan gila perempuan. Ketelanjangan ini juga sangat menyakitkan karena Islam mengajarkan supaya perempuan harus berpakaian sopan dimuka umum.
  • Karena itu gambar ini harus ditarik dari peredaran secepatnya. Tolong anda memberitahukan pada saya, apa tindakan anda mengenai hal ini.

Penulis berpendapat bahwa kita harus mengirim surat kepada penerbit dan berterimakasih atas gambar tersebut. Muslim terlalu sensitif mengenai agama mereka dan siap untuk melakukan kerusuhan dan membunuh siapa saja yang menurut mereka telah mengejek iman mereka, sementara mereka sendiri terus-menerus menghina keyakinan orang lain. Cara untuk memperbaiki hal ini bukanlah dengan melakukan pembungkaman, melainkan dengan membuat mereka menjadi tidak sensitif lagi dengan berondongan artikel-artikel yang menelanjangi Islam. Untuk mengejek Islam, sudah cukup dengan mengutip sebuah hadith atau sebuah ayat dari Quran. Kedua buku itu telah melakukan tugas mereka dengan cukup baik, yaitu untuk membuat Islam tampak sebagai sebuah iman yang tidak masuk akal dan sangat bodoh.

Semakin banyak orang menerbitkan artikel-artikel yang menelanjangi Islam dan mencetak gambar-gambar yang memalukan tentang Muhammad, semakin cepat Muslim akan menyadari bahwa mereka TIDAK dapat membungkam dunia melalui merengek, berlagak jadi korban, mengancam dan melakukan kerusuhan.

Jika orang-orang boleh mengejek Yesus, mengapa tidak ada yang boleh mengejek Muhammad?

Mengejek Yesus, penderitaannya dan penyalibannya mungkin suatu hal yang menjijikan; tapi gambar Muhammad yang sedang berpesta seks dengan istri-istri mudanya yang sangat banyak itu, menggambarkan hal yang nyata dan benar-benar terjadi. Mengapa sebuah kenyataan harus menyinggung orang-orang Muslim?

Pertanyaan penulis kepada Muslim adalah, mengapa fakta bahwa Muhammad berhubungan seks dengan banyak perempuan, dengan beberapa istrinya, beberapa pelayannya, beberapa “milik tangan kanannya” (tawanan-tawanan perang), dan beberapa selirnya; sama sekali tidak menyinggung kalian. Namun menceritakan peristiwa itu membuat kalian menjadi sangat tersinggung?

Mengapa fakta bahwa Muhammad membunuh lawan-lawannya, membantai tawanan-tawanan perangnya, berhubungan seks dengan anak berusia 9 tahun, menyerbu dan menjarah karavan pedagang, menyerang orang sipil tidak bersenjata dan penduduk desa yang miskin – tidak menyakiti perasaan Muslim – tetapi membicarakan dan mendiskusikan hal itu membuat hati mereka menjadi sangat sakit?

Daripada tersinggung lebih baik Muslim menolong diri mereka sendiri dengan memikirkan hadith berikut dan menanyakan pada diri mereka: apakah hal ini tidak menjadikan Muhammad menjadi seorang cabul dan gila perempuan?

Bukhari Vol. 7 Buku. 62 Nomor. 6

Dikisahkah oleh Anas: Sang nabi biasa berkeliling (berhubungan seks dengan) semua istrinya dalam satu malam, dan ia mempunyai 9 istri.

Tapi kenyataannya adalah, Muhammad bukanlah seorang manusia super seks. Pada usianya yang sudah lanjut, kemungkinan dia mengidap impotensi. Tapi hal ini tidak berarti dia tidak mempunyai pikiran dan impian seksual. Dia sangat suka memegang-megang istri-istri mudanya dan bermain-main dengan mereka pada waktu mereka telanjang.

Bukhari Vol. 1 Buku. 6 Nomor. 299

Aisha berkata: “Kapan pun rasul Allah ingin memegang-megang siapa pun dari kami pada waktu dia sedang datang bulan (mens), ia biasanya memerintahkannya untuk mengenakan Izar (gaun yg dikenakan dibawah pinggang) dan mulai memegang-megangnya.” ‘Aisha menambahkan, “Tidak ada satu pun dari kalian sanggup mengendalikan keinginan seks seperti yang bisa dilakukan sang nabi.”

Mungkin dia tidak banyak memegang kendali. Mungkin dia tidak bisa melakukannya. Kenyataannya, sangat mungkin dia tidak mampu berhubungan seks dengan istri-istrinya. Dia terlalu tua. Walaupun dia sudah sedemikian jauhnya ‘memegang-megang’ dan ‘berkeliling’ semalaman, tetapi mengapa tidak ada satu pun dari istri-istrinya yang masih muda dan selir-selirnya yang melahirkan anak baginya?

Pada waktu itu tidak ada alat pengendali kelahiran dan Muhammad sangat menginginkan seorang anak laki-laki. Muhammad mempunyai 4 anak perempuan yang sudah besar dari pernikahan pertamanya dengan Khadijah. Tapi tidak ada satu pun anak dari istri-istrinya yang masih muda dan selir-selir yang dimilikinya dalam rumah tangganya selama 10 tahun terakhir hidupnya. Sebenarnya dia berpikir bahwa hal ini sungguh memalukan. Bahwa dia hanya memiliki anak-anak perempuan sedangkan orang lain mempunyai anak-anak laki-laki.

Dia menghina orang-orang Quraish yang mempercayai bahwa Allah mempunyai 3 anak perempuan.

Quran 53.19-22

Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al Lata dan al Uzza, dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.

Muhammad menuliskan ayat-ayat diatas waktu dia masih berada di Mekah, dan mungkin saat anak laki-laki dari hasil perselingkuhannya dengan Mariyah Koptik masih hidup. Mengapa tidak adil jika Tuhan hanya mempunyai anak-anak perempuan? Mengapa harus merasa malu dan merasa bersalah jika seseorang hanya mempunyai anak-anak perempuan, dan tidak mempunyai anak-anak laki-laki? Bukankah ini menunjukan pemikiran Muhammad bahwa mempunyai anak-anak laki-laki lebih bergengsi dan terhormat daripada jika hanya mempunyai anak-anak perempuan?

Sangat jelas bahwa Muhammad ingin memiliki seorang anak laki-laki dan dia mencoba memperolehnya dengan sebanyak mungkin berhubungan seks dengan semua istri-istri mudanya. Walaupun demikian, dia impoten dan tidak dapat berbuat lebih dari sekedar memegang-megang tubuh istri-istrinya itu. Jadi bukan berhubungan seks dalam arti yang sebenarnya (intercourse), melainkan hanya sekedar mengkhayalkan bahwa ia berhubungan seks dengan istri-istrinya itu.

 

Volume 7, Buku 71, Nomor 660:

Dikisahkan oleh Aisha: Sihir mempengaruhi rasul Allah sehingga dia biasa berpikir bahwa dia telah berhubungan seks dengan istri-istrinya, sementara dia sebenarnya tidak melakukannya (Sofyan berkata: Ini adalah sihir jenis yang paling kuat karena mempunyai pengaruh seperti itu).

Gambaran Muhammad dengan istri-istrinya yang telanjang seharusnya tidak menyinggung perasaan Muslim. Yang membuat mereka merasa malu sebenarnya adalah kenyataan bahwa mereka meyakini manusia seperti Muhammad sebagai Utusan Tuhan. Jika orang Muslim tidak ingin keyakinan mereka ditertawakan, mereka harus berhenti mempercayai orang yang sedemikian rendah moralnya seperti Muhammad, dan bukannya terus menerus berusaha menyembunyikan kejelekannya.

MPAC menyatakan: “Penghinaan ini tidak akan berhenti sementara sebagian besar Muslim tetap terlalu pasif untuk mengangkat satu jari guna menghentikan hal ini.”

Apakah itu merupakan ancaman bahwa akan terjadi lagi kekerasan? Apakah melakukan kerusuhan dan menuntut Salman Rushdie, Talisma Nasrin dihukum mati, atau membantai 200 orang Kristen di Nigeria ketika seorang jurnalis berkata bahwa Muhammad mungkin ingin menikahi salah satu dari kontestan kontes kecantikan sejagat, merupakan tanda dari orang-orang Muslim yang pasif?

MPAC juga menyatakan bahwa ketelanjangan tidak diperbolehkan dalam Islam dan Islam mengajarkan bahwa perempuan harus berbusana dengan sopan di muka umum. Kita semua telah melihat aturan berbusana dalam Islam. Itu bukanlah kesopanan melainkan penaklukan. Tetapi gambar tersebut sebenarnya tidak menggambarkan istri-istri sang nabi di muka umum, melainkan bagaimana mereka berbusana (atau tidak berbusana) pada waktu tidak ada orang lain, demi menyenangkan dan merangsang Sang Utusan terakhir Tuhan.

Malah kenyataannya, Allah kelihatannya sangat antusias untuk memenuhi kebutuhan seks Utusannya tercinta, sementara Utusannya itu terus menerus melakukan pembunuhan, penjarahan dan perampokan terhadap orang sipil tak bersalah. Dalam Sura tahrim, Allah memberitahu utusannya:

Quran 33:50

Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri- isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Allah sedemikian penuh  pengampunan kepada NabiNya, tetapi tidak kepada korban-korbannya.

Para Islamis telah memulai kampanye teror dan intimidasi untuk menakut-nakuti para penerbit supaya menarik kembali buku mereka. Penulis menyarankan supaya kita menulis kepada para penerbit dan menawarkan solidaritas dan dukungan kita. Muslim yang melakukan kerusuhan tidak boleh dibiarkan menyerang kebebasan berpendapat kita dengan ancaman-ancaman kekerasan.

Ada banyak buku yang ditulis untuk menentang Kristen, Yudaisme, Hinduisme, Budhisme, dan setiap keyakinan maupun agama lainnya yang ada dibawah matahari atau dalam gua. Tetapi Muslim adalah satu-satunya yang memprotes dan mencoba untuk membungkam setiap orang yang menulis hal-hal menentang agama mereka. Sudah waktunya bagi kita semua untuk berdiri melawan kesewenang-wenangan Muslim, dan mempertahankan kebebasan berpikir, berbicara dan menulis kita.

Ribuan Muslim pasti telah memenuhi telepon penerbit dengan pesan-pesan ancaman dan kebencian. Tolong hubungi mereka (para penerbit) atau kirim email dan katakan bahwa anda membela hak-hak kebebasan berekspresi mereka. Dengan berbuat demikian anda telah membela hak-hak dan kebebasan anda sendiri.*