Apa Gunanya Hidup?

Diposkan oleh Ali Sina pada 30 Maret 2011

Ali Sina, 

Saya telah membaca tulisan-tulisan anda sejak lama. Dan saya setuju dengan banyak hal yang anda katakan, terutama mengenai (lihat:about) logika. Belakangan ini saya telah menjadi orang yang sangat berorientasi pada nalar (ini secara umum dan tidak berkaitan dengan situs anda). Sudah setahun ini, saya telah meninggalkan bangku kuliah dan kini saya bekerja. Saya mendapati segala hal yang dikatakan kepada saya adalah dusta. Tidak semua agama baik. Para wanita tidak benar-benar menginginkan pria baik-baik. Pendidikan pun tidak menjamin hidup akan lebih baik. Kebaikan tidak selalu mengalahkan kejahatan.  

Hidup itu menyakitkan. Semua yang anda kasihi akan pergi. Dan hal-hal yang baik yang akan datang pada anda di masa depan akan pergi juga. Jika Tuhan itu tidak ada, lalu buat apa semua ini? Hal yang logis yang harus dilakukan hanyalah mengakhiri hidup anda agar terhindar dari kepedihan yang akan datang. Buat apa semua ini? Sejujurnya, saya tidak dapat melihatnya. Saya hanya ingin mendengar anda mengulasnya.

Terima-kasih

M.

 

Saudara M., 

Setelah saya merenungkan tulisan anda, saya akhirnya setuju dengan anda. Sebenarnya buat apa semua ini? Saya bahkan lebih lanjut hendak mengajukan pertanyaan:

  • Untuk apa mencari cinta bila semua hubungan berakhir, baik oleh karena maut atau perceraian?
  • Untuk apa melahirkan seorang anak ke dunia ini bila akhirnya ia meninggal?
  • Untuk apa menanam apapun jika suatu hari kelak tanaman itu akan layu?
  • Untuk apa membangun rumah jika suatu hari nanti rumah itu akan dihancurkan?
  • Untuk apa anda mandi jika nanti anda akan kotor lagi?   
  • Untuk apa makan, jika beberapa jam kemudian anda akan lapar kembali?   
  • Kenyataannya, untuk apa ada bumi ini ataupun alam semesta ini jika semua kelak juga akan berakhir? 

Ya, apa tujuannya? Namun di balik semua kesia-siaan ini, hidup berlangsung terus, orang jatuh cinta, anak-anak dilahirkan, pohon-pohon ditanam, rumah-rumah dibangun, orang makan dan mencuci…,dan coba tebak…mereka juga bermimpi, tertawa, menyanyi, bermain, menghasilkan karya seni dan menikmati hidup.

Mungkin itulah tujuannya. Mungkin hidup ini adalah suatu perjalanan tanpa tujuan. Satu-satunya kepastian mengenai destinasi hidup ini adalah kematian. Jadi mengapa harus tergesa-gesa? Mengapa pergi terburu-buru? Mengapa tidak menjalani jalan kehidupan ini dengan santai, menikmati pemandangan, memandangi bunga-bunga, bersahabat dengan sesama pengembara di dunia ini, bergurau dengan mereka, bersenang-senang dan menolong mereka yang letih dan timpang dan menjadikan perjalanan mereka juga menyenangkan?   

Ya, banyak hal yang dikatakan kepada kita adalah dusta. Setiap hari kita menemukan hal-hal baru dan menyadari bahwa apa yang telah kita ketahui sebelumnya adalah kebohongan. Di atas dan di bawah, timur dan barat, kebenaran dan kepalsuan, yang baik dan yang jahat, semuanya hanya ilusi. Yang atas bagi anda adalah yang bawah untuk orang lain. Timur anda adalah barat bagi orang lain, kebenaran anda adalah kepalsuan bagi sesamamu dan apa yang baik bagi anda dapat menjadi hal yang buruk bagi orang lain. Tapi ada satu hal yang bukan ilusi dan itu adalah kenyataan bahwa kita eksis. 

Rene Descartes (filsuf Perancis) menyimpulkan bahwa jika ia berpikir maka ia eksis (cogito ergo sum). Tapi kita juga eksis karena kita mengasihi. Kasih itu riil dan jika kita dapat mengasihi, artinya kita eksis.

Keraguan itu baik. Ragukan segala sesuatu dan terutama keyakinan-keyakinan yang umum dianut. Ragukan perasaanmu, keyakinan-keyakinanmu, sains, bahkan Tuhan. Tetapi ada hal-hal yang melampaui keraguan. Anda tidak dapat meragukan Kasih. 

Jika anda pernah mengasihi, anda tahu kasih itu riil – sama seperti pikiran. Pikiran-pikiran itu riil, bahkan walaupun isinya tidak demikian. Kasih juga riil, walaupun obyeknya mungkin tidak. 

Anda merasa hidup ketika anda mengasihi. Kasihlah yang membuat hidup berarti. Kasih lebih besar dari semua orang dan segala sesuatu. 

Obyek kasih anda dapat berupa

  • Hal yang riil, seperti orang-orang;
  • Mendalam, seperti pengetahuan dan mengabdi pada kemanusiaan;
  • Duniawi, seperti kekuasaan, kepopuleran dan kekayaan;   
  • Atau imajiner, seperti Tuhan dan agama. 

Yang penting bukanlah obyek kasih itu; tapi tindakan mengasihi itulah yang membuat anda merasa hidup. Agar hidup ini berarti anda harus menemukan Kasih dalam hidup anda.  

Satu contoh kehidupan yang sangat memberi inspirasi adalah hidup Profesor Steven Hawking.  Ia adalah seorang pakar teori fisika yang dikenal karena kontribusi-kontribusinya dalam bidang kosmologi dan gravitasi kuantum, terutama dalam konteks Lubang Hitam. Ia juga mencapai sukses melalui karya-karya sains populer dimana ia mendiskusikan teori-teorinya sendiri dan kosmologi secara umum; ini mencakup  best seller “A Brief History of Time”, yang bertahan di daftar best seller  British Sunday Times  dan memecahkan rekor  237 minggu. Hawking adalah seorang profesor matematika selama 30 tahun. Ia pensiun pada Oktober 2009.

Profesor Hawking menderita neuromuscular dystrophy – suatu kondisi yang semakin hari semakin parah dan membuatnya mengalami kelumpuhan di hampir seluruh tubuhnya.  

Tetapi Hawking mencintai hidup. Mengapa? Karena ia sangat mencintai pekerjaannya! Pikirannya sibuk memecahkan rahasia alam semesta. Ia tidak punya waktu untuk meratapi kelumpuhannya. Ia bukan hanya gembira, tapi ia juga produktif dan barangkali otak terhebat yang pernah hidup. 

Di sisi lain, ada banyak orang bertubuh sehat yang tidak menemukan makna hidup ini, menyerah terhadap depresi dan keputusasaan, dan seringkali mengakhiri hidup mereka di usia muda.

Apakah yang membedakan Hawking? Apa yang membuat pria yang terpaku di kursi rodanya itu, yang membutuhkan bantuan untuk melakukan apapun, termasuk kebutuhan-kebutuhan tubuhnya; orang yang bahkan tidak dapat menggunakan pita suaranya dan harus berkomunikasi melalui simulator suara itu, menjadi seorang manusia yang sangat hidup dan bersemangat? Dan mengapa orang-orang yang sehat sangat kepayahan dan mengalami kekosongan dalam hidup? 

Perbedaannya adalah kasih. Hawking mempunyai kasih yang besar dalam hidupnya. Ia mengasihi pengetahuan. Ia sangat berhasrat untuk belajar dan berkutat dalam misteri alam semesta. Inilah yang menjadikan hidupnya bermakna baginya. Ia ingin hidup untuk menemukan dan membagikan temuan-temuannya pada orang lain.

Hawking hidup untuk semangatnya dan mensyukuri semangatnya itu. Ia bukanlah pengecualian. Semua orang dapat menemukan hasratnya dan merasakan vitalitas sukacita yang sama  dalam hidup. 

Kasih adalah ramuan untuk hidup. Rahasia sukacita adalah bahwa anda menemukan kasih dalam hidup anda. “Temukan Calcuta anda”, jawab Bunda Teresa kepada seorang wanita yang ingin bergabung dengan pelayanannya di kota-kota yang paling padat di India. 

Anggap saja anda adalah sebatang pohon dan mengajukan pertanyaan yang sama. Apa tujuan hidup sebatang pohon? Hidupnya bergantung pada keadaan yang di luar kendalinya. Ia dapat layu atau patah karena angin, binatang-binatang memakan rantingnya dan api menghanguskannya. Ia harus menahan dingin dan kekeringan. Akhirnya ia akan ditebang, dibakar atau tumbang ke tanah dan dimakan serangga. Adakah tujuan hidup bagi sebatang pohon? Dari perspektif si pohon, mungkin tidak ada. Tapi kita tahu lebih baik. Pohon memberikan perteduhan bagi banyak binatang, burung-burung bersarang di atasnya dan makan buahnya, lebah-lebah mengumpulkan madunya, serangga membuat rumahnya di pohon dan manusia menggunakan batang-batang pohon untuk membangun rumahnya. Pohon memberi oksigen yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Kita tahu bahwa pohon-pohon itu tidak ternilai harganya. Eksistensi mereka tidaklah sia-sia. Pohon-pohon juga diuntungkan oleh yang lain. Lebah-lebah membantu penyerbukan bunganya. Binatang-binatang menyebarkan benih-benihnya dan manusia menanam pohon dimana-mana. Kita semua saling terkait. Kita semua diuntungkan satu sama lain.  

Mungkin itulah tujuan hidup ini. Semua manusia, semua hewan, semua tanaman dan semua serangga membuat dunia ini tetap berputar. Kita bergantung pada pihak lain sama seperti mereka bergantung pada kita. Orang-tua anda, anak-anak anda, teman-teman anda, orang-orang yang anda kasihi, negara anda dan dunia ini bergantung pada anda. Sebatang pohon mungkin berpikir tidak ada gunanya hidup. Tapi jika semua pohon berpikir demikian, maka tidak akan ada kehidupan di dunia ini. Hidup atau matinya seekor serangga mungkin akan berdampak kecil pada dunia, tetapi jika semua serangga binasa maka tidak ada kehidupan di bumi ini. Itupun berlaku untuk pohon-pohon, dan juga untuk kita manusia. Tujuan hidup adalah berbagi keberadaan kita dengan orang lain. Kita harus memberi. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada berbagi dan memberi.

Kita hidup sendiri-sendiri, tapi kita tidak sendirian. Kita adalah bagian dari sesuatu yang besar. Kita terhubung secara genetis, tidak hanya kepada satu sama lain, tapi juga dengan semua makluk hidup. Secara kimiawi kita terhubung dengan bumi dan secara atom dengan alam semesta. Dalam kain tenun yang disebut eksistensi ini, kita adalah sehelai benang. Semua helai benang itu penting. Pentingnya keberadaan mereka adalah untuk menjadi dan membentuk gambar kehidupan. 

Di jalan kehidupan, ada onak dan duri. Ada jurang dan tebing terjal. Ada masalah yang harus diatasi. Dan kadangkala, perjalanannya sangat melelahkan. Tapi ada juga bunga-bunga yang tumbuh di tepi jalan. Ada pemandangan yang indah untuk dilihat, orang-orang yang menarik untuk ditemui dan sahabat-sahabat baik untuk disyukuri. Perjalanan itu akan penuh sukacita jika anda berjalan dengan teman-teman yang baik, dan ketika anda dikelilingi orang-orang yang anda kasihi dan yang mengasihi anda. Perjalanan itu juga menyenangkan jika anda memiliki tujuan yang ingin dicapai.  

Kita telah ditempatkan disini tanpa seijin kita. Kita tidak tahu darimana kita berasal dan kemana kita akan pergi. Karena tidak ada cara untuk mengetahuinya, tidak ada gunanya menanyakan hal itu. Juga bodoh jika percaya pada kisah-kisah fantastis orang-orang yang berpura-pura menjadi nabi,  yang kredibilitasnya sendiri meragukan dan yang klaim-klaimnya yang tidak beradab itu tidak dapat dibuktikan. 

Mungkin memang tidak ada apa-apa selain jalan yang harus ditempuh! Mungkin yang ada hanya perjalanan itu saja. Yang kita ketahui hanyalah bahwa perjalanan itu riil. Asal mulanya dan destinasinya mungkin tidak. Jadi buat apa tergesa-gesa? Mengapa lari mendahului orang lain? Memangnya anda mau pergi kemana dengan berlari secepat itu? Bagaimana seandainya jalan kehidupan tidak mengarah kemana-mana? Mengapa mendatangkan begitu banyak kepedihan pada diri kita sendiri dan pada orang lain hanya karena sebuah fantasi? Mengapa tidak menikmati saja perjalanan itu dan membuatnya menjadi menyenangkan bagi sesama pengembara?  

Masing-masing kita dapat menemukan kasih dalam hidup kita – sesuatu yang menyenangkan kita dan menyalakan semangat kita, yang membuat kita merasa hidup, dan memberikan tujuan untuk eksistensi kita. 

Tujuan hidup terletak dalam menjalani hidup itu sendiri, bukan mengakhirinya. Orang-orang yang mengatakan yang sebaliknya pada anda adalah penipu dan pembohong. Para penjahat ini menjanjikan suatu kehidupan sesudah kematian dan melecehkan hidup yang kita miliki sekarang ini. Mereka memperindah kematian dan memperburuk kehidupan. Mereka berkata hidup ini adalah tempat ujian. Mereka berbohong! Hidup ini adalah tempat untuk hidup. Ujian apa? Ujian iman yang buta? Ujian kebodohan? Jika mereka sangat tidak peduli akan dunia ini, mengapa kita harus percaya pada apa yang mereka katakan mengenai akhirat? 

Perbedaan antara orang-orang yang sukses dan para pecundang bukanlah dalam talenta mereka atau dalam kecerdasan mereka. Melainkan dalam kasih mereka. Orang-orang yang sukses adalah pecinta yang hebat. Kehebatan kasih mereka, hasrat dan dedikasi merekalah yang membuat mereka hebat. Orang-orang ini tidak hanya menjalani hidup yang penuh dengan sukacita, mereka menyebarkan sukacita dan mereka mewariskan sukacita. 

Ya, orang-orang hebat juga mati. Tetapi hidup mereka tidak sia-sia. Mereka diabadikan dalam apa yang mereka wariskan. 

Para wanita menginginkan pria baik-baik. Tapi yang pertama-tama menarik hati mereka adalah pria-pria yang tangguh. Mereka tertarik pada pria yang mempunyai tujuan dan yang mengetahui kemana akan pergi. 

Pendidikan belum tentu membuat hidup anda lebih baik, tetapi pendidikan mendatangkan perbaikan secara drastis. 

Kebaikan tidak selalu mengalahkan kejahatan, tapi kejahatan berjaya bila orang-orang baik tidak melakukan apa-apa. 

Hidup akan menyakitkan jika anda tidak punya apa-apa untuk anda hidupi. Jika anda menemukan cinta sejati anda, ‘Calcuta anda sendiri’, hidup akan penuh dengan sukacita. 

Hidup adalah apa yang anda idamkan. Anda adalah arsitek takdir anda, perancang hidup anda sendiri. Andalah yang menentukan apakah anda akan menemukan tujuan hidup anda dan memberinya makna. Temukanlah Calcuta anda dan alami hidup yang penuh sukacita.