Apakah Muhammad Disebutkan dalam Alkitab?

Diposkan oleh Ali Sina, pada tanggal 3 Desember 2010

Orang Muslim siap berpegang teguh pada setiap kebohongan untuk mengkonfirmasikan bahwa agama mereka adalah benar. Kadang-kadang mereka terjebak sendiri membuat klaim-klaim yang sangat menggelikan.

Seorang Muslim telah mengirimkan pada saya video berikut untuk membuktikan bahwa Muhammad pun sudah disebutkan dalam Alkitab. Silahkan menonton video tersebut (di link sini) sebelum membaca artikel ini lebih lanjut.

Klaim ini menyatakan bahwa Kitab Kidung Agung pasal 5:16 ada menyebutkan nama Muhammad. (Padahal) pasal itu sama sekali tidak menyebutkan Muhammad. Kata dalam bahasa Ibrani mahamaddim dalam ayat itu bukanlah sebuah nama dan sama sekali tak ada kaitannya dengan Muhammad. Kata tersebut artinya “kesukaan” atau “yang menggembirakan hati”.

Untuk mengklarifikasi trik Islam ini, saya memakai argumen yang sama tidak masuk akalnya untuk membuktikan bahwa Alkitab juga telah menyebutkan kedua nama saya pribadi beberapa kali. Kenyataannya, ada ratusan referensi terhadap nama-nama saya, Ali dan Sina dalam Alkitab. Dalam ayat-ayat Alkitab berikut ini, saya telah menyoroti nama saya (menggunakan teks Alkitab bahasa Inggris) supaya setiap orang yang masih ragu bisa melihatnya.

Kejadian 45:26  They told him, “Joseph is still alive!
1 Korintus 15:22 For as in Adam all die, so in Christ all will be made alive.
Kolose 1:21  And you, that were sometime alienated and enemies in your mind.
Yehezkiel 1:16 They sparkled like topaz, and all four looked alike.
Yeremia 6:13 From the least to the greatest, all are greedy for gain; prophets and priests alike, all practice deceit.

Keluaran 19:20  And the LORD came down upon Mount Sinai,
Mazmur 68:8 the earth shook, the heavens poured down rain, before God, the One of Sinai, before God, the God of Israel.

Jika Muhammad ‘hanya disebutkan’ (menurut orang Muslim) satu kali saja dalam seluruh Alkitab, sebaliknya nama saya disebutkan ratusan kali baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Bukan hanya itu, saya bahkan bisa menemukan nama saya sangat banyak disebutkan dalam setiap buku yang ditulis. Ini merupakan sebuah mujizat atau apa? Bukankah ini membuktikan bahwa saya lebih superior dibandingkan Muhammad, karena telah dinubuatkan oleh semua agama, ilmu pengetahuan, sejarah, buku-buku fiksi dan non-fiksi dari masa lampau dan masa kini; bukan hanya dalam satu bahasa melainkan dalam banyak bahasa?

Seperti inilah cara yang digunakan oleh orang-orang Muslim. Dengan nekad mereka mengatakan bahwa Muhammad ada disebut dalam kitab Kidung Agung pasal 5:16. Bisakah anda melihat penyesatannya di sini? Bukankah ini merupakan hal yang sangat memalukan, yang mana orang-orang Muslim terlibat dalam trik semacam ini? Tentu saja mereka tidak merasa malu.

Dalam Islam, semua yang disebut mujizat adalah seperti itu. Semuanya merupakan penyesatan-penyesatan. Tak ada satu pun mujizat dalam Quran atau untuk Islam, dimanapun juga. Satu-satunya mujizat Islam terletak pada kenyataan bahwa lebih dari satu milyar manusia yang waras, telah menyingkirkan akal sehat dan mengikuti seorang manusia (Muhammad) yang kewarasannya patut dipertanyakan.

Kidung Agung 5:16 tidak menyebut mengenai (about) Muhammad sebanyak ayat-ayat Alkitab di atas yang berbicara tentang saya. Ini adalah sebuah puisi erotis yang dinyanyikan oleh seorang wanita untuk kekasihnya. Ini juga bukan sebuah kitab/ayat nubuatan. Ia tidak berbicara mengenai Muhammad, Yesus atau siapapun. Lebih dari itu, sebagaimana yang akan anda lihat dibawah ini, orang-orang Muslim bahkan menyangkali eksistensi puisi ini sebagai sebuah teks religius.

Terjemahan dari ayat 5:16 adalah:

Ucapannya sangat manis, dan setiap orang menginginkannya. Demikianlah kekasihku, demikianlah sahabatku, hai putri-putri Yerusalem.”

ucapannya sangat manis Hkw mmtqym
dan setiap orang menginginkannya wklw mHmdym
demikianlah kekasihku zh dwdy
demikianlah sahabatku wzh r`y
hai puteri-puteri Yerusalem bnwt yrwshlm

Dalam video di atas, huruf pertama dari kata mHmdym dipilih dan disampaikan melalui Penterjemah SDL. Tentu saja kamus (mesin) menterjemahkannya sebagai Muhammad. Jika saya meng-cut and paste tiga huruf pertama dalam terjemahannya, maka penterjemahan online tidak akan mengenali dunia Alike sebab kata ini tidak dimasukkan. Sebaliknya ia akan menunjukkan “Ali” sebagai sebuah nama yang sebenarnya (proper nama).

Bisakah anda melihat bagaimana orang-orang Muslim memainkan permainan tipu-daya mereka? Bagaimana bisa, orang-orang cerdas mengijinkan diri mereka untuk dibodohi dengan trik-trik murahan seperti itu? Karena mereka membiarkan diri mereka dibodohi. Muhammad mengatakan bahwa ia sudah dinubuatkan/disebutkan dalam Alkitab. Maka orang-orang Muslim harus menemukannya dalam Alkitab, apapun harga yang mesti mereka bayar.

Mari kita coba memasukkan keseluruhan ayat dalam Penterjemah SDL dan melihat jika kita masih mendapatkan Muhammad.

Kopikan ayat ini dari sumbernya (its source.)

חִכּוֹ, מַמְתַקִּים, וְכֻלּוֹ, מַחֲמַדִּים; זֶה דוֹדִי וְזֶה רֵעִי, בְּנוֹת יְרוּשָׁלִָם.

Dan pindahkan (paste) ke dalam penterjemah online. http://www.freetranslation.com/

Inilah yang akan anda dapatkan

His, sweets, is,.; this is my cousin and this is my daughters, Jerusalem.”

Apa yang terjadi dengan Muhammad? Muhammad tidak pernah eksis dalam ayat ini, demikian juga “Ali” tidak eksis pada kata “alienate, alive atau alike.”

Di akhir video, seorang pria yang tidak tahu malu bernama  Abdul Raheem Green, berbohong dengan mengatakan bahwa seorang rabbi memberitahukan padanya bahwa orang-orang Yahudi tidak akan pernah menerima Muhammad meskipun mereka tahu bahwa ia adalah seorang nabi yang benar. Benar-benar hal yang sangat memalukan yang pernah disampaikan oleh seseorang.

Kalau demikian, apa yang sebaiknya dilakukan terhadap orang-orang Yahudi berkepala batu itu, yang tahu kebenaran tetapi masih tetap menolaknya? Jawabannya diberikan oleh Muhammad Kadhab (si pembohong).

“Sesungguhnya kamu akan berperang melawan Yahudi dan kamu akan membunuh mereka hingga saatnya dimana batu dan pohon akan berkata: “O Muslim! O Abdullah (hamba Allah)! Ada seorang Yahudi bersembunyi di belakangku. Kemarilah dan bunuhlah dia.’ Kecuali al-Gharqad, sebab itu adalah pohon orang Yahudi.” Sahih Muslim Book 041, Number 6985:

Bagaimana Answering-Islam.com menjawab klaim yang bodoh seperti ini bisa kita baca di bawah ini.

Kata Ibrani mHmdym adalah sebuah kata yang umum, dan bukan sebuah kata benda yang sebenarnya (misalnya, bukan sebuah nama).

Kata yang sama muncul lagi sebagai sebuah kata benda biasa, seperti dalam Hosea 9:6,16; 1 Raja-Raja 20:6; Ratapan 1:10,11; 2:4; Yesaya 64:10; 2 Tawarikh 36:19; Yehezkiel 24:16,21,25. Dalam bagian terakhir (Yehezkiel 24:16, ”keinginan matamu”), diaplikasikan pada seorang wanita, yaitu isteri Yehezkiel (bandingkan dengan ayat 18), dan pada anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan dari orang-orang Yahudi yang menyembah berhala (ayat 25). Akan dianggap bijak jika mengaplikasikan kata itu DISINI kepada Muhammad sebagaimana yang ada dalam kitab Kidung Agung.

Dalam bahasa Arab, banyak kata yang dibentuk dari akar kata yang sama, tetapi kata-kata itu sendiri tidak menunjuk pada Muhammad. Seorang Muslim yang bodoh pun bisa mengatakan bahwa nama Muhammad muncul di Sura 1, Al Fatihah, ayat 1: Al hamdo lillahi Rabbi ‘lalamin (“Terpujilah Allah, Tuhan alam semesta”). Dengan cara yang sama, seorang Hindu pun bisa mengatakan bahwa nama Ram atau salah satu dari dewa-dewi mereka ada disebutkan dalam Quran, sebab di Sura 30, Ar-Rum, ayat 1, kita membaca ”Orang-orang Roma telah ditaklukkan,” sementara kamus Arab memperlihatkan bahwa kata “Rum” diturunkan dari akar kata “ram”. Cara berargumentasi seperti ini merupakan cara belajar dan menilai sesuatu yang sangatlah tidak masuk ke akal.

Sekelompok artikel berita dalam kaitan dengan hal ini mengatakan: Kidung Agung 5:16 tak lagi merupakan sebuah referensi mengenai Muhammad dibandingkan dengan mengenai Mumattaq atau Daud. Menemukan nama Muhammad adalah sebuah permaiman anak-anak.

Karena bahasa Arab dan Ibrani mempunyai sebuah kata yang mirip [Hmd], tentu saja kemunculan kata ini dalam kitab suci Ibrani mirip di beberapa tempat.

Kamus Ibrani dan Inggris The New Bantam-Megiddo mendaftarkan…

Hmd (yHmwd)           p          iri hati, bernafsu terhadap
Hmd                               z          kesenangan, kecintaan
Hmdh                            n          hasrat, obyek dari keinginan
Hmdnwt                                   cenderung iri hati, penuh nafsu

Juga menarik bila kita perhatikan (lebih lanjut hal berikut ini):
Banyak orang Muslim yang “menjadi marah” ketika ada tulisan seperti Kidung Agung yang ditulis oleh Salomo, yang merupakan sebuah nyanyian cinta dan terkadang sangat terbuka dalam menggunakan bahasa erotis, tetapi dianggap sebagai firman Tuhan dan menjadi bagian dari Alkitab. Tetapi kemudian, mereka sama sekali “melupakan” argumen mereka itu, dan coba menemukan nama Muhammad di tengah-tengah puisi cinta yang sama, yang sebenarnya mengekspresikan hasrat (“kejorokan”) seorang wanita terhadap kekasihnya,  dan sama sekali tidak merasa malu melakukannya.

Perhatikan keseluruhan konteks Kidung Agung 5-6. Maka argumennya akan berdampak dua muka sebagai berikut: Tak mungkin ini ada dalam Alkitab, bahasa erotis (“jorok”) seperti ini tak patut dianggap sebagai Firman Tuhan. Namun dibaliknya, ini adalah sebuah nubuatan (mulia) mengenai Muhammad!!

Masalah lebih jauh lagi adalah, meskipun orang-orang Muslim merasa perlu menemukan Muhammad disebut dalam Kitab Suci lain, karena Quran yang mengklaimnya (bahwa namanya tercantum dalam Taurat dan Injil, Sura 7:157). Tetapi Kidung Agung bukanlah bagian kitab Taurat, dan juga bukan bagian dari Injil. Oleh karena itu ayat ini sama sekali tak mungkin bisa memuaskan tuntutan Quran, sekalipun ayat tersebut dianggap berbicara mengenai Muhammad.

Judul dalam bahasa Inggris: “Is Muhammad Mentioned In The Bible?”