Firaun Dalam Qur’an Dan Mujizat-Mujizat Lainnya

“Dari ribuan mujizat yang diklaim Muslim dan yang mereka anggap sebagai bukti akan kebenaran iman mereka, ternyata tak ada satupun yang benar. Mereka semua melakukan tipu daya dan kebohongan. Tak ada mujizat dalam Qur’an. Hanya ada kebingungan yang memperlihatkan fakta bahwa penulis buku ini benar-benar seorang yang tidak tahu apa-apa!”


Diposkan oleh Ali Sina pada tanggal 22 September 2012

 

Hi Mr Sina,

Beberapa bulan lalu di Nigeria, yaitu di kota Lagos yang terkenal, sebuah berita misterius memenuhi halaman-halaman surat kabar. Dikatakan bahwa seorang bayi telah lahir dengan memegang Qur’an di tangannya. Ribuan orang berbondong-bondong mengunjungi tempat dimana anak ini berada. Beberapa minggu kemudian, seorang bayi lainnya dilaporkan telah dilahirkan di negara bagian Ogun (Sebuah negara bagian di Barat Daya Nigeria), dengan memegang tasbih islami.

Melalui kedua insiden tersebut, orang-orang Muslim mengkonfirmasi bahwa Islam itu adalah jalan yang benar menuju Tuhan. Apa pendapatmu mengenai klaim-klaim ini? Apakah mungkin menanam obyek-obyek seperti ini dalam rahim dan meletakkannya di tangan para bayi sebelum mereka dilahirkan, atau dapatkah hal ini menjadi bukti akan kebenaran Islam?

 

 

Dear Emmanuel,

Cerita itu tidak benar! Tak ada anak yang dilahirkan sambil memegang Qur’an atau sebuah tasbih di tangannya. Ini adalah dusta orang-orang Muslim untuk mempromosikan agamanya. Mereka sudah melakukan hal ini selama kurun waktu 1400 tahun. Islam tidak bisa dibuktikan dengan logika dan fakta-fakta. Islam adalah sebuah agama yang sangat tidak rasional dan adalah sangat mudah untuk membuktikan kepalsuannya. Jadi Muslim melakukan cara-cara yang menjadi favorit mereka, yaitu tipu daya, untuk mempertebal iman mereka. Tanpa berbohong tanpa merasa malu. Anda harus memahami hal ini dan simpan dalam pikiran anda setiap kali anda mendengar seorang Muslim mengkotbahkan imannya, karena mereka itu hanya sedang berbohong.

Berapa tahun lalu, banyak blog-blog internet dan bahkan media, melaporkan seorang anak di sebuah desa Islam di Rusia yang kulitnya mereproduksi ayat-ayat Qur’an. Orang-orang Muslim yang dungu ini tidak memiliki kesulitan untuk menerima klaim ini. Padahal yang sebenarnya adalah, anak ini menderita gangguan kulit yang disebut dermatographic urticarial.

Beberapa hari lalu saya menerima video ini:

http://www.youtube.com/watch?v=Y9X5zkMWKzI&feature=g-vrec

Selama masih ada orang-orang bodoh yang percaya pada omong kosong, akan selalu muncul orang-orang yang mengarang mujizat palsu seperti ini untuk menarik perhatian. Betapa menyedihkan saat ada seorang anak yang sanggup menipu sebuah stasiun televisi dan sebuah bangsa? Alasannya adalah karena orang-orang Muslim bersedia untuk dibohongi.

Ada ribuan klaim seperti ini yang dibuat oleh orang-orang Muslim setiap hari. Mereka sama sekali tidak merasa malu untuk berdusta demi iman mereka. Faktanya, mereka justru percaya bahwa berbohong adalah hal yang baik dilakukan untuk mempromosikan Islam.

***

Dua hari lalu, seseorang menanyakan pada saya mengenai klaim mujizat lainnya, yaitu mengenai Firaun yang dikatakan disebut di dalam Qur’an. Muslim mengklaim ketika tahun 1974 mummi dari tubuh Ramses II dibawa ke Paris, karena ada jamur yang menyebabkan mummi ini mengalami kerusakan yang cepat, para ilmuwan menemukan garam di paru-parunya dan seseorang kemudian menunjuk pada ayat Qur’an yang mengatakan bahwa setelah Firaun mengejar Musa, maka ia pun tenggelam ke dalam laut. Namun demikian, pada saat terakhir menjelang ajal, Firaun menjadi seorang yang percaya dan Allah mengatakan padanya, bahwa karena ia adalah pemimpin yang tidak benar, maka Allah tidak akan menyelamatkannya, tetapi Allah akan menyelamatkan tubuhnya sehingga ia akan menjadi sebuah tanda bagi mereka yang datang setelah dia (Quran 10:90-92).

Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.

Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.

 

Faktanya adalah bahwa Perjanjian Lama tidak mengatakan bahwa jasad Firaun diselamatkan untuk menjadi sebuah tanda bagi generasi yang datang setelah dia. Keluaran 14:28 berkata,”Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka.” Mazmur 136:15 menegaskan bahwa Firaun dan tentaranya binasa di dalam laut. Penegasan yang sama kita temukan di Keluaran 15:19.

Orang Muslim mengklaim bahwa Muhammad mengetahui sesuatu yang tidak disebutkan oleh Alkitab, misalnya mengenai jasad Firaun yang selamat, jadi hal ini membuktikan bahwa Qur’an adalah dari Tuhan dan mujizat ini menyebabkan salah seorang ilmuwan yang menguji mummi ini bertobat masuk Islam.

Sama seperti mujizat-mujizat lainnya yang diklaim oleh orang-orang Muslim, yang ini juga adalah sebuah penyesatan. Ramses II hidup sekitar tahun 1303 BC-1213 BC. Berdasarkan Jerome’s Chronicon (abad ke-4), Musa dilaporkan lahir tahun 1592 BC. Kronologi Ussher yang terbit di abad ke-17 mengkalkulasi kelahiran Musa tahun 1619 BC (Annals of the World, 1658). Jadi, mustahil Ramses II dan Musa hidup pada masa yang sama!

Lebih jauh lagi, kematian Ramses II bukan karena tenggelam di dalam laut. Ia hidup hingga usia 90 tahun dan dari hasil otopsi, ia mati karena penyakit arthritis, penyakit yang banyak diderita oleh orang tua yang makan daging terlalu banyak dan kurang makan sayur sayuran hijau (jadilah vegetarian!). Sebagai konsekuensinya, kisah yang dicatat dalam Qur’an bahwa tubuh Firaun diselamatkan setelah ia tenggelam, mustahil merupakan kisah yang benar!

Jika demikian, mengapa Muhammad mengatakan hal seperti itu? Tentulah ia telah berulang-ulang mendengar cerita Alkitab yang disampaikan para pengkotbah Kristen dan orang-orang Yahudi, mengenai Firaun dan orang-orangnya yang tenggelam di dasar laut. Pada waktu itu, orang tidak punya buku lain kecuali Alkitab, dan itulah sebabnya mereka terus menerus membicarakan hal itu. Namun demikian, Muhammad juga telah mendengar mengenai mummifikasi Firaun dari cerita orang lain. Ia berpikir bahwa Firaun adalah sebuah nama dari seorang raja dan satu-satunya cara ia dapat merekonsiliasikan cerita-cerita ini adalah dengan berasumsi bahwa jasad Firaun pastilah telah diselamatkan setelah tenggelam dan kemudian dijadikan mummi. Dan mengapa jasadnya diselamatkan? Kemungkinan karena ia akhirnya menjadi seorang percaya. Jadi kejeniusan kita telah menjawab teka teki ini.

Hal ini masuk akal buatnya, kecuali bahwa fakta menunjukkan bahwa Firaun bukanlah nama orang yang sebenarnya. Ini adalah sebuah gelar, sama seperti raja atau presiden. Dan diperkirakan ada 332 Firaun yang memerintah Mesir, dan mereka semua ada dalam 30 dinasti. Jika kisah Alkitab mengenai Laut Merah yang terbelah dan kemudian menutup sehingga menenggelamkan Firaun dan para tentaranya itu adalah kisah yang benar, Ramses II mustahil merupakan Firaun yang mati tenggelam.

Jika kisah Alkitab adalah sebuah mitos, maka klaim yang dibuat oleh Qur’an dengan mengulangi mitos ini, adalah sebuah omong kosong. Tetapi jika kisah Alkitab itu benar, maka Qur’an melakukan kesalahan karena yang ditulis didalamnya berkontradiksi dengan Alkitab, yang mana Quran melaporkan sebuah klaim palsu bahwa jasad Firaun telah diselamatkan.

Semua kesalahan yang ada dalam Qur’an ini membuktikan satu hal, bahwa Muhammad benar-benar seorang yang buta huruf! Meskipun ia dapat membaca dan menulis sedikit, jelaslah bahwa ia belum pernah sama sekali membaca satu buku pun selama hidupnya. Dan karena itu bisa dipastikan bahwa Muhammad itu seorang yang sama sekali tidak tahu akan isi Alkitab.

Faktanya adalah, dari ribuan mujizat yang diklaim Muslim dan yang mereka anggap sebagai bukti akan kebenaran iman mereka, ternyata tak ada satupun yang benar. Mereka semua melakukan tipu daya dan kebohongan.

Tak ada mujizat dalam Qur’an. Hanya ada kebingungan yang memperlihatkan fakta bahwa penulis buku ini benar-benar seorang yang tidak tahu apa-apa!