Kedudukan Wanita Dalam Islam

“Pernikahan adalah bentuk perbudakan” kata Ghazzali. “Wanita adalah budak pria dan kewajibannya adalah benar-benar menaati suaminya dalam segala sesuatu yang diminta suaminya darinya. Wanita, yang pada saat kematian menikmati pujian suaminya, akan mendapatkan tempatnya di Firdaus”.

Diposkan oleh Ali Sina pada 3 Augustus 2012

 

Dalam Islam ada dua tokoh yang pengaruhnya tidak diragukan lagi. Kedua tokoh tersebut adalah Imam al Ghazzali dan Jalaluddin Rumi, mereka adalah orang Persia. Marilah kita simak apa pendapat mereka mengenai wanita.


Ghazzali sangat dihormati di kalangan ulama Muslim sehingga ia Hojjatul Islam, atau “bukti Islam”.  Bagi banyak orang, otoritasnya dalam hal-hal keagamaan menduduki peringkat kedua setelah nabi. Dalam karyanya, “The Revival of the Religious Sciences”, Ghazzali mendefinisikan kedudukan wanita dalam Islam sebagai berikut:

  • Ia harus tinggal di rumah dan menenun
  • Ia dapat keluar rumah untuk urusan mendesak
  • Ia tidak boleh mempunyai banyak pengetahuan juga  ia tidak boleh berkomunikasi dengan para tetangga, dan hanya berkunjung ke rumah tetangga jika benar-benar ia harus melakukannya.
  • Ia harus mengurus dan menghormati suaminya baik suaminya ada atau tidak, dan berusaha memuaskan suaminya dalam segala hal.
  • Ia tidak boleh meninggalkan rumah tanpa seijin suaminya dan jika ia diijinkan maka ia harus pergi diam-diam.
  • Ia harus mengenakan pakaian lama dan jalan di jalanan sepi dan gang-gang, menghindari pasar, dan memastikan bahwa tidak ada orang asing yang mendengar suaranya, langkah kakinya, mencium parfumnya (bau tubuhnya) atau mengenalinya.
  • Ia tidak boleh bicara kepada teman suaminya walaupun ada keperluan untuk itu.
  • Yang harus sangat diperhatikannya adalah “al bud” (organ-organ reproduktifnya), rumahnya, juga sembahyang dan berpuasa.
  • Jika seorang teman suaminya memanggilnya ketika suaminya tidak ada, ia tidak boleh membuka pintu untuk pria itu untuk menjaga “al bud” –nya.
  • Ia harus menerima apa yang diberikan suaminya sebagai pemenuhan kebutuhan seksual kapan saja.
  • Ia harus bersih dan memuaskan kebutuhan seksual suaminya kapan saja.

Sang pakar teologia tersebut kemudian mengingatkan semua pria untuk berhati-hati terhadap para wanita mereka karena: “banyak kelicikan mereka dan kejahatan mereka membahayakan; mereka tidak bermoral dan berjiwa keji”.

Ghazzali mengatakan “Adalah fakta bahwa semua pencobaan, kemalangan dan kesengsaraan yang dialami pria berasal dari wanita”.

Dalam tulisannya “Book of Counsel for Kings”, Ghazzali menyimpulkan hal-hal yang harus ditanggung wanita oleh karena kesalahan Hawa di Taman Eden:

“Ketika Hawa makan buah terlarang di taman Firdaus, Tuhan Yang Terpuji, mengutuk wanita dengan 18 penghukuman:

  • Menstruasi
  • Melahirkan anak
  • Terpisah dari ibu dan ayah dan menikahi orang asing;
  • Kehamilan
  • Tidak dapat mengendalikan diri
  • Hak waris yang lebih sedikit; (separuh dari jatah pria seperti yang diatur Quran)
  • Mudah diceraikan dan tidak dapat menceraikan
  • Pria boleh beristri 4, tetapi wanita hanya mempunyai 1 suami
  • Fakta bahwa ia harus tinggal terasing dalam rumah
  • Fakta bahwa ia harus tetap berkerudung di dalam rumah
  • Fakta bahwa kesaksian 2 wanita sama dengan kesaksian 1 pria
  • Fakta bahwa ia tidak boleh keluar rumah kecuali ia didampingi seorang kerabat dekat
  • Fakta bahwa pria berpartisipasi dalam sembahyang Jumat, doa-doa puasa dan pemakaman, sedangkan wanita tidak boleh
  • Tidak boleh duduk di pemerintahan dan menjadi hakim
  • Fakta bahwa kebajikan mempunyai 1.000 komponen, dan hanya 1 yang berkaitan dengan wanita, sedangkan yang 999 lainnya adalah milik pria.
  • Fakta bahwa jika wanita memberontak maka mereka akan mendapatkan penyiksaan dua kali lebih banyak daripada seluruh masyarakat pada Hari Kebangkitan.
  • Fakta bahwa jika suaminya meninggal, ia harus menjalani 4 bulan 10 hari masa menunggu sebelum ia menikah lagi.

“Pernikahan adalah bentuk perbudakan” kata Ghazzali. “Wanita adalah budak pria dan kewajibannya adalah benar-benar menaati suaminya dalam segala sesuatu yang diminta suaminya darinya. Wanita, yang pada saat kematian menikmati pujian suaminya, akan mendapatkan tempatnya di Firdaus”.

Ia juga menulis: “Jika engkau sedikit saja melonggarkan cambuk wanita, ia akan menguasaimu dan memberontak tidak terkendali … Tipu daya mereka menakjubkan dan kejahatan mereka menular; berkarakter buruk dan pikiran mendua adalah ciri-ciri utama mereka …”

Bagaimana dengan Jalalluddin Rumi? Jika Gazzali adalah yang terbesar di antara para ulama, Rumi adalah pencerah terbesar bagi semua orang Muslim. Rumi adalah seorang pujangga yang jenius. Tetapi ia ia juga adalah seorang Muslim. Mari kita perhatikan apa yang dipikirkan jenius Muslim ini mengenai wanita.

Ia menceritakan kisah sepasang suami istri Arab, dimana si istri yang tidak sanggup lagi menderita, mengeluh kepada suaminya agar suaminya bangun dan mulai bekerja untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

یك شب اعرابی زنی مر شوی را �گفت و از حد برد گفت وگوی را

كاین همه فقر و جفا ما می كشیم�جمله عالم در خوشی ما ناخوشیم

نانمان نی نان خورشمان درد و رشك  �كوزه مان نه آبمان از دیده اشك

جامۀ ما روز، تاب آفتاب   �شب نهالین و لحاف از ماهتاب

قرص مه را قرص نان پنداشته �دست سوی آسمان برداشته

ننگ درویشان ز درویشی ما  �روز شب از روزی اندیشی ما

خویش و بیگانه شده از ما رمان �بر مثال سامری از مردمان

گر بخواهم از كسی یك مشت نسك  �مر مرا گوید خمش كن مرگ و جسك

مر عرب را فخر غزو است و عطا  �در عرب ما همچو خط اندر خطا

شب بخفتم روز باشد هیچ نه  �در درون جز سوز و پیچا پیچ نه

چه غزا ما بی غزا خود كشته ایم�ما به تیغ فقر بی سر گشته ایم

Suaminya menegurnya karena ketamakannya. Ia mengutip satu seri kekeliruan berlogika, mengutip pandangan-pandangan Rumi sendiri mengenai kekayaan dan harta duniawi. Ia mengatakan bahwa kekayaan dan kemiskinan akan berlalu seperti banjir yang datang dan pergi, dan apakah akan ada bedanya jika air bajir itu jernih atau berlumpur? Menurutnya, dalam dunia ini semua jenis binatang hidup bisa dengan nyaman memuji Tuhan mereka tanpa pusing harus bekerja. Harta milik itu seperti topi, yang hanya diperlukan orang yang botak. Orang bijak seumpama mata. Ia dapat melihat dengan lebih baik jika tidak ditutupi kerudung. Yang harus ditutupi adalah kecacatan. Orang yang saleh tidak mempunyai cela yang harus ditutupi. Mulai dari nyamuk hingga gajah, semua makhluk dipelihara Tuhan. Dan kita juga harus meninggalkan semua kekuatiran dan bersandar hanya kepada Tuhan untuk keberlangsungan hidup kita.

شوی گفتش چند جویی دخل و كِشت   �خود چه ماند از عمر، افزونتر گذشت

عاقل اندر بیش و نقصان ننگرد   �زآنكه هر دو همچو سیلی بگذرد

خواه صاف و خواه سیل تیره رو� چون نمی پاید دمی از وی مگو

اندر این عالم هزاران جانور� می زید خوش عیش بی زیر و زبر

شكر می گوید خدا را فاخته� بر درخت و برگ شب ناساخته

همچنین از پشه گیری تا بفیل� شد عیال الله و حق نعم المعیل

این همه غمها كه اندر سینه هاست� از غبار گرد باد و بود ماست

گفت ای زن تو زنی یا بو الحزن �فقر فخر آمد، مرا طعنه مزن

مال و زر سر را بود همچون كلاه  �َكل بود آن كز كله سازد پناه

آن كه زلف جعد و رعنا باشدش  �چون كلاهش رفت خوشتر آیدش

مرد حق باشد به مانند بصر �پس برهنه به كه پوشیده نظر

Dan kemudian, lelah mengingatkan istrinya akan kemuliaan, ia lalu  mengingatkan isterinya akan perkataan Nabi, kemudian mengancam isterinya bahwa ia akan menceraikannya jika ia tidak mau taat.

صبر كن با فقر و بگذار این ملال  �زآنكه در فقر است عزّ ذو الجلال

ترك جنگ و سرزنش ای زن بگو�ور نمیگویی، به ترك من بگو

گر خمش كردی و گرنه آن كنم   �كه همین دم ترك خان و مان كنم

Si istri, menyadari bahwa keluhan-keluhannya tidak berhasil dan takut diceraikan,  kemudian memikirkan akal licik. Ia menangis air mata buaya untuk menipu suaminya. Rumi mengatakan, semua air mata yang ditumpahkan wanita bertujuan untuk menipu pria. Ia kemudian meminta maaf dan memuji kehebatan suaminya. Dalam ayat-ayat ini, sang pujangga besar menggambarkan wanita sebagai tidak tulus, licik dan makluk yang manipulatif yang dapat menyesatkan pria yang paling bijak.

زن چو دید او را كه تند و توسن است   �گشت گریان، گریه خود دام زن اس

زن در آمد از طریق نیستی   �گفت من خاك شمایم، نه سَتی

جسم و جان و هر چه هستم آن توست  �حكم و فرمان جملگی فرمان توست

گر ز درویشی دلم از صبر جَست   �بهر خویشم نیست، آن بهر تو است

كفر گفتم، نك به ایمان آمدم  �پیش حكمت از سر جان آمدم

خوی شاهانۀ ترا نشناختم   �پیش تو، گستاخ خود در تاختم

چون ز عفو تو چراغی ساختم  �توبه كردم اعتراض انداختم

می نهم پیش تو شمشیر و كفن �میكشم پیش تو گردن را، بزن

از فراق تلخ می گویی سخُن �هر چه خواهی كن، ولیكن این مكن

زین نسق می گفت با لطف و گشاد  �در میان گریه، بر روی اوفتاد

Akhirnya, dengan airmata dan daya tariknya, ia melembutkan hati suaminya dan meyakinkannya untuk melakukan permintaannya, yang pada akhirnya membuat suaminya menjadi rakus dan melupakan Tuhan.

گریه چون از حد گذشت و های های �از حنینش مرد را دل شد زجای

چون پی یسكن الیهاش آفرید  �كی تواند آدم از حوا برید؟

Pria ditundukkan oleh tipu daya wanita.
Dalam hal ini ia meminta dengan rayuan lembut,
Ketika airmatanya jatuh di pipinya.
Bagaimanakah keteguhan dan ketahanannya dapat tetap ada

Jika tanpa airmata, wanita itu dapat menawan hatinya?
Pelangi itu membawa petir
Yang menyalakan percikan api di hati pria malang itu.
Olah karena pria itu adalah budak wajah wanita yang cantik itu,
Apa yang akan terjadi ketika ia menggerakkan tubuhnya untuk memohon?
Ketika ia menghembuskan udara dan mengguncangkan hatimu,
Ketika ia menangis, apa yang akan kau rasakan?
Ketika rayuannya membuat hatimu berdarah
berkuasalah atas permohonan-permohonan, lalu bagaimana?
Ia yang menundukkan kita dengan kesombongan dan kekejiannya,
Lalu apa yang tersisa bagi kita ketika ia mulai memohon?
Ketika yang dilakukannya hanya menumpahkan darah
Akhirnya tunduk! Ah, betapa ia jadi beruntung!
Tuhan telah menghiasi mereka dengan “kecantikan di mata pria”
dari dia, yang telah dihiasi Tuhan, bagaimanakah pria dapat meloloskan diri?
Oleh karean Ia menciptakan pria “untuk tinggal bersamanya”

Pujangga terbesar di dunia Muslim, pencerah terbesar  yang pernah dilahirkan dalam Islam, mengatakan bahwa pria, walaupun bijak dan kuat, dapat ditipu dan dikuasai wanita dan disesatkan dari jalan yang benar (jalan kemalasan dan kemiskinan yang membawa kepada Tuhan) dan dapat menjadi budaknya, mengejar hal-hal duniawi (yaitu industri, produksi dan kekayaan) dan terpisah dari Tuhan.

Rumi melanjutkan:

Bagaimanakah Adam dapat memisahkan dirinya dari Hawa?
Walaupun ia adalah  Rostam, putra Zal,dan lebih berani daripada  Hamza,
namun ia tunduk kepada perintah istrinya.

Sekarang dengarlah weltanschauung si pujangga besar. Mengumpamakan pria dengan air dan wanita adalah api, ia berkata:

Walaupun air dapat mengalahkan api,
Tapi air dalam kuali mendidih karena api.
Ketika kuali ada di tengah keduanya,
Api membuat air berkurang karena menguap di udara.
Di permukaan engkau mendominasi istrimu, seperti air di atas api;
Tetapi dalam kenyataan engkau diperintah dan tunduk kepadanya.
Itulah keanehan pria.
Ia membutuhkan perhatian binatang; itulah kelemahannya.

چون پی یسكن الیهاش آفرید� كی تواند آدم از حوا برید؟

رستم زال ار بود وز حمزه بیش   �هست در فرمان اسیر زال خویش

آنكه عالم مستِ گفتش آمدی  �كلمینی یا حمیراء می زدی

آب غالب شد بر آتش از نهیب    �زآتش او جوشد چو باشد در حجیب

چون كه دیگی حایل آید هر دو را  �نیست كرد آن آب را، كردش هوا

ظاهراً بر زن چو آب ار غالبی  �باطناً مغلوب و زن را طالبی

این چنین خاصیتی در آدمی است  �مهر حیوان را كم است، آن از كمی است

Si pujangga besar mengatakan walaupun pria superior dan berkuasa atas wanita, ada kelemahan dalam dirinya. Ia terperangkap kecantikan wanita dan kebuthannya akan perhatian dan kasih sayang binatang. Cinta antara pria dengan wanita bukanlah cinta yang sesungguhnya. Cinta mulia hanya dapat terjadi si surga, antara pria dengan Tuhan yang dibayangkannya. Cinta antara pria dan wanita adalah kelemahan dari natur binatang kita, yang merusak, dan membawa kita pada kejatuhan.

Intisari kisah Rumi diringkaskan dalam sebuah kutipan yang dikaitkannya dengan nabinya.

Nabi mengatakan bahwa wanita berkuasa atas para pujangga dan atas orang-orang bijak,
Tetapi sekali lagi, orang-orang bodoh itu menguasai wanita, Karena dalam diri emreka (wanita) ada sifat binatang.

گفت پیغمبر كه زن بر عاقلان �غالب آید سخت و بر صاحب دلان

باز بر زن جاهلان غالب شوند�كندرایشان خوی حیوان است بند

Penjelasan: Wanita dapat menipu orang yang bijak dan saleh, dengan kecantikan mereka, pesona dan akal bulus, dan menyesatkan pria, tetapi karena sifat binatang wanita, orang-orang bodoh dapat menguasai wanita.

Rumi kemudian melanjutkan dengan mengatakan bahwa semua sifat yang baik ada pada pria. Wanita tidak mempunyai sifat-sifat yang baik karena mereka adalah binatang.

Mereka tidak mempunyai kelembutan atau kebaikan atau persahabatan,
Karena natur bintang memengaruhi temperamen mereka.
Kasih dan kelembutan adalah sifat-sifat manusia,
Hasrat dan nafsu adalah sifat-sifat binatang.
Nampaknya seakan wanita adalah terang Tuhan dan bukan hanya kekasih,
sehingga ia adalah pencipta dan bukanlah ciptaan.

كم بودشان رقت و لطف و ودادك �زآنكه حیوانی است غالب بر نهاد

مِهر و رقت وصف انسانی بود�خشم و شهوت وصف حیوانی بود

پرتو حق است آن معشوق نیست �خالق است آن گوئیا مخلوق نیست

Semua sifat manusia yang baik, seperti kelembutan, kebaikan dan persahabatan ada pada pria. Oleh karena wanita bukan manusia, maka wanita tidak punya sifat-sifat baik itu. Rumi membandingkan pria dengan kecerdasan dan wanita dengan ego (nafs). Dan anda konflik yang permanen di antara keduanya. Yang dipikirkan wanita hanyalah kebutuhan hidup ini, seperti mempunyai rumah, makanan, kewibawaan dan kebanggaan. Kadangkala ia tampil sopan dan kadangkala ia penuh ambisi. Tetapi pria merepresentasikan kecerdasan dan tidak menyadari pikiran-pikiran rendah dan dangkal ini. Ia hanya kuatir jika terpisah dari Tuhan.

ماجرای مرد و زن افتاد نقل� این مثال نفس خود میدان و عقل

این زن و مردی كه نفس است و خرد� نیك پابست است بهر نیك و بد

وین دو پابسته در این خاكی سرا� روز و شب در جنگ و اندر ماجرا

زن همی جوید هویج خانگاه� یعنی آبِ رو و نان و خوان و جاه

نفس همچون زن پی چاره گری� گاه خاكی گاه جوید سروری

عقل خود زین فكرها آگاه نیست� در دماغش جز غم الله نیست

Rumi adalah tokoh yang sangat penting dalam Islam. Ia memberi keindahan kepada pikiran-pikiran keji Muhammad. Dialah yang membuat kebencian Muhammad terhadap wanita menjadi rasional. Orang Iran tidak akan pernah mau menerima omong kosong ini jika bukan karena pengaruh Rumi yang besar. Tanpa Rumi, Islam kemungkinan besar sekarang sudah punah. Setiap orang Muslim yang “berakal sehat” (jika memang ada orang Muslim yang seperti itu) berhutang pada Rumi untuk pembenaran keyakinannya dan bagaimana ia menafsirkan pengajaran-pengajaran Muhammad.

Ada dua pelajaran dalam kisah ini. Yang pertama adalah pekerjaan yang mendatangkan kekayaan adalah hal yang buruk dan kemalasan serta kemiskinan adalah hal yang baik, karena kekayaan membuat orang melupakan Tuhan, sedangkan kemiskinan membuat orang senantiasa teringat akan Tuhan. Bukankah ini menjelaskan mengapa orang Muslim, terutama orang Arab membenci kerja kasar? Cinta yang berdasarkan kebutuhan sama sekali bukanlah cinta. Tetapi nampaknya Tuhan tidak terlalu mempedulikan hal itu. Ia ingin orang terus berkekurangan sehingga mereka terus ingat akan Dia dan berdoa kepada-Nya. Inilah mentalitas narsisistik. Oleh karena Allah adalah bayangan pikiran Muhammad yang adalah seorang yang narsisistik, maka Allah juga demikian.

Pelajaran yang kedua adalah, wanita tidak mempunyai kecerdasan spiritual seperti yang dimiliki pria. Pikiran-pikiran mereka dangkal dan duniawi. Yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana dapat hidup dengan lebih baik. Mereka tamak dan merupakan penghalang bagi upaya pria mengejar yang mulia dan ilahi. Mereka dapat menipu pria yang saleh melalui airmata dan rengekan.

Ada pengesahan untuk semua klaim ini dalam Quran dan perkataan Muhammad. Muhammad mengatakan bahwa wanita itu kurang beragama, kurang cerdas dan dilahirkan sebagai pendosa.

Ini adalah pandangan-pandangan dua pencerah terbesar Muslim. Tidak ada satupun Muslim yang dapat menyaingi posisi mereka. Jika inilah yang dipikirkan Ghazzali dan Rumi mengenai wanita, mengapa kita masih mengharapkan orang Muslim awam mempunyai pendapat yang lebih baik?

Islam memandang wanita sebagai aurat. Ensiklopidia Islam mendefinisikan aurat sebagai pudendum, yaitu “kelamin eksternal, terutama kelamin wanita”. [pudendum dalam bahasa Latin secara harafiah berarti sesuatu yang memalukan]. Para pengikut Imam Hanbal dan Shafi’I (faksi utama) beranggapan bahwa tangan dan wajah wanita adalah aurat (kelamin), dan oleh karena itu harus ditutup.

Gambar di bagian awal tulisan ini bukanlah rekaan. Gambar itu adalah realita wanita di banyak negara Islam. Gambar berikut ini pun demikian.

Para wanita yang tinggal di negara-negara Islam diperlakukan tidak lebih baik daripada sampah. Bagi banyak wanita, satu-satunya jalan terhindar dari pernikahan yang dipaksakan atau suami yang kejam adalah dengan membakar diri. Inilah cara mereka untuk mendapatkan perhatian dunia. Sedihnya, tidak satupun yang mendengar mereka. Bagi orang-orang bebal, atau para zombi dunia ini, membela Islam adalah lebih penting, alih-alih menyelamatkan hidup jiwa-jiwa yang tidak berdosa itu. Kebanyakan korban (wanita) masih berusia sangat muda. Islam adalah kebohongan. Jiwa-jiwa ini nyata. Manakah yang menjadi prioritas anda?

Di Afghanistan, 60% wanita masih mengalami pernikahan yang dipaksakan walau mereka adalah anak-anak, kadang-kadang baru berusia 9 atau 10 tahun. Selama Muhammad masih dipandang sebagai manusia sempurna dan harus diteladani, maka kejahatan ini akan tetap berlanjut.