Sumpah-Sumpah Celaka Dengan Orang Muslim

Anda tidak dapat dibesarkan dalam kubangan, menghirup udara yang berbau busuk dan minum air tinja, lalu bertumbuh menjadi orang yang sehat dan waras. Sebagai akibatnya tidak ada orang Muslim yang 100% baik-baik saja. Saya belum pernah melihat satupun yang baik dan saya tidak percaya ada orang Muslim yang seperti itu. Meninggalkan Islam adalah langkah pertama menuju kewarasan dan menjadi normal.

Diposkan oleh Ali Sina pada 23 April 2012

 

Halo Ali

Saya senantiasa membaca situs anda dan baru saja memesan buku anda. Saya ingin menceritakan pada anda kisah hidup saya. Saya dibesarkan dalam keluarga Kristen yang ketat dan walaupun saya didisiplinkan dengan ketat dalam kebenaran, saya sama sekali tidak mengenal kebahagiaan selama 17 tahun pertama dalam hidup saya.

Saya bertemu seorang pria Muslim yang berusia 31 tahun, dan 11 tahun kemudian kami masih bersama. Sebelas tahun terakhir ini sangatlah menyedihkan oleh karena masa lalunya dan bagaimana ia dibesarkan (saya mengetahui hal ini).

Saya merasa bodoh karena telah menghabiskan 11 tahun terakhir ini untuk menyalahgunakan pengajaran kristiani saya dengan ‘memberikan pipi yang satunya lagi’ dan mengampuni tanpa syarat.

Saya merahasiakan hubungan kami selama 5 tahun dan menyerahkan keperawanan saya kepadanya. Selama beberapa tahun kami membina hubungan jarak jauh oleh karena saya studi dan sebagainya. Saya selalu setia dan saya merasakan waktu berlalu begitu saja. Saya merasa saya telah mengecewakan keluarga saya.

Saya selalu berpikir kami dapat berkompromi ketika kami menikah tetapi saya berpikiran begitu sebelum saya bertemu dengan keluarganya. Ketika saya berjumpa dengan mereka saya tidak dapat mengerti mengapa mereka semua begitu dingin, tidak punya hati dan kejam dan mengapa sanggup bertahan bertahun-tahun ‘tidak berbicara kepada seorang anggota keluarga’, mengapa mereka tidak dapat mengampuni dan mengapa mereka semua sangat sombong. Mengapa mereka bersikap kejam terhadap satu sama lain, dan mengapa mereka senang bersaing, mengapa mereka berbohong dan mempunyai rahasia. Saya telah mengalami penyiksaan fisik, mental dan emosional dari partner saya dan juga dari mereka.

Saya jauh dari keluarga saya dan bergantung pada partner saya. Saya mulai mempelajari Islam dan saya sangat ketakutan oleh apa yang saya baca tentang agama itu. Saya membaca dengan hati dan pikiran terbuka namun tidak dapat menemukan apapun yang baik di dalamnya. Saya mempelajarinya karena saya ingin menunjukkan padanya bahwa cara dia bertingkah-laku itu salah, tetapi dalam realita jika ia mengikuti Quran maka ia baik-baik saja!

Hal itu membuat saya muak. Setelah setengah tahun menjalani komunikasi yang buruk dengan partner saya dan semakin meningkatnya penyiksaan fisik, saya pergi. Saya membutuhkan semua kekuatan saya untuk melakukannya. Ia memohon agar saya kembali dan saya kembali padanya setelah dua minggu. Saya telah mengatakan padanya bahwa saya tidak mau memeluk Islam. Saya telah menyadari sekarang bahwa ia salah memahami toleransi Kristen saya sebagai sikap tunduk secara islami. Saya sangat bergantung padanya. Dengan bodohnya saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan membuang kemandirian saya ketika saya pindah kesini. Saya mengatakan padanya setelah seminggu saya kembali bahwa itu tidak benar dan saya harus pergi. Ia merasa hancur dan mengatakan pada saya ia mengalami penganiayaan seksual dan setiap hari dipukuli ketika ia masih kanak-kanak. Ini membuat saya semakin terbenam dan merasa sedih. Saya ingin menjadi kuat untuknya. Saya merasa terbagi-bagi antara menyelamatkan dirinya dan menyelamatkan diri saya sendiri. Saya telah mengatakan padanya dengan sangat jelas segala sesuatu mengenai agamanya yang tidak diketahuinya. Ia mengetahui kemarahan yang saya rasakan terhadap Islam. Saya merasa lemah. Saya membutuhkan pertolongan. Saya merasa bersalah jika saya meninggalkannya, tapi saya merasa muak dan depresi jika saya tidak meninggalkannya. Saya takut saya akan melakukan kesalahan oleh karena sejak ia memberitahu saya mengenai kepedihannya nampaknya ia telah berubah. Ia lebih tenang dan penuh kasih, dan meminta maaf untuk semua kesalahannya, sehingga saya menjadi sangat bingung. Saya berharap semestinya ia telah menceritakan hal itu pada saya bertahun-tahun lalu.

Ia mengatakan kami akan pindah dan tinggal jauh dari keluarganya dan saya dapat membesarkan anak-anak kami secara Kristen, tetapi ia tidak menginginkan hal itu terjadi ‘di depan matanya’; sikapnya ini berbeda dengan sikapnya beberapa bulan yang lalu. Saya telah mengatakan padanya jika ia tahu agama ini mengajarkan pedofilia, pembunuhan dan kejam, mengapa ia tidak langsung menolaknya? Orang Kristen yang jahat adalah orang yang tidak sesuai dengan Alkitab, seorang Muslim yang jahat adalah orang YANG MENGIKUTI QURAN.

Saya tidak tahu apa yang dapat saya harapkan dari anda selain dari kesediaan anda untuk mendengar dan memahami saya. Saya hanya tidak percaya ia akan melakukan apa yang dikatakannya, tetapi saya tidak mau melepaskan orang yang saya cintai dan sangat intim dengan saya, dan kami sudah pernah mengalami hari-hari yang indah.

 

 

Hai Marta (bukan nama sebenarnya),

Untuk menyelamatkan orang lain agar tidak tenggelam, anda sendiri harus menjejakkan kaki di dasar yang kuat. Jika tidak demikian kalian berdua akan tenggelam. Jika anda berada dalam bahaya, anda tidak dapat menolong orang lain.

Partner anda sudah rusak. Anda dapat meninggalkannya. Ini adalah pilihan yang termudah, jika kalian belum punya anak. Tetapi jika kalian mempunyai anak, maka itu bukan pilihan yang terbaik atau setidaknya pilihan pertama yang mungkin dapat anda pertimbangkan.

Jika anda tidak ingin meninggalkannya, ada 3 langkah yang harus kalian lakukan bersama.

Pertama, ia menyadari bahwa Islam dan budaya Islam yang jahat itu adalah penjahat utama yang menyebabkan kesengsaraannya, keluarganya, dan lingkungan masyarakatnya. Tidak ada orang Muslim yang bahagia dan sehat secara emosional. Adalah adil jika mengatakan bahwa setiap orang Muslim sudah rusak pada tingkatan tertentu. Ini benar untuk semua orang, entah Muslim atau tidak, tetapi dalam kasus orang Muslim ini sangat benar. Anda tidak dapat dibesarkan dalam kubangan, menghirup udara yang berbau busuk dan minum air tinja, lalu bertumbuh menjadi orang yang sehat dan waras. Sebagai akibatnya tidak ada orang Muslim yang 100% baik-baik saja. Saya belum pernah melihat satupun yang baik dan saya tidak percaya ada orang Muslim yang seperti itu. Meninggalkan Islam adalah langkah pertama menuju kewarasan dan menjadi normal.

Namun demikian, tidak berarti bila anda meninggalkan Islam semua masalah anda akan terpecahkan dan anda akan menjadi orang yang normal. Diperlukan waktu beberapa generasi untuk memperbaiki kerusakan yang telah dilakukan Islam terhadap orang-orang Muslim. Anda tidak dapat menyelesaikan penyiksaan yang telah berlangsung selama 1400 tahun hanya dalam semalam. Selama 14 abad orang-orang ini telah mengikuti seorang sosiopat. Kerusakan yang telah terjadi tidak dapat diperbaiki dengan mudah.

Siapapun yang menikahi seorang Muslim juga harus mengetahui bahwa mereka datang dengan bagasi emosional yang besar. Ini tidak berarti bahwa anda tidak dapat menemukan orang yang baik dan penuh kasih di antara orang Muslim. Semua manusia dilahirkan polos seperti malaikat. Kita menjadi rusak dalam perjalanan kita menuju kedewasaan. Seorang anak Muslim lebih banyak dipukuli.

Hal berikutnya yang harus kalian berdua lakukan adalah menjauh dari keluarganya yang beracun. Tinggalkan negaranya dan kembali ke negara anda. Anda masih muda dan anda dapat mencari pekerjaan dan menjadi mandiri. Ia juga dapat mencari pekerjaan.

Kedua langkah ini sangat mendasar, karena anda ingin menyingkirkan sumber permasalahan. Jika gudang bawah tanah anda kebanjiran, hal pertama yang harus anda lakukan adalah menghentikan aliran air yang masuk, seperti dengan mematikan kran, sebelum berusaha mengeluarkan air dari dalam rumah. Demikian pula, anda harus mengakhiri pengaruh-pengaruh negatif dalam hidup partner anda, yaitu agamanya dan keluarganya sebelum mencari pertolongan untuknya.

Jika telah keluar dari Islam dan menjauh dari keluarganya, ia harus mendapatkan terapi. Ini adalah proses yang panjang tetapi seorang psikolog yang berpengalaman atau mungkin seorang psikiater dapat membantu. Ia membutuhkan bantuan seorang yang profesional. Semua orang Muslim membutuhkan pertolongan psikiater dalam tingkatan yang beragam. Sudah tentu hal pertama yang harus mereka lakukan adalah meninggalkan Islam.

Ini adalah hal-hal yang harus dilakukannya untuk mengatasi permasalahannya. Jika ia melakukan dua langkah pertama, anda mungkin dapat tetap setia kepadanya dan mendukungnya. Bantulah dia memperbaiki kerusakannya. Mungkin tidak akan pernah menjadi pemulihan seutuhnya, tetapi setidaknya cukup baginya untuk dapat berfungsi sebagai seorang suami dan ayah yang penuh kasih.

Jika ia menolak meninggalkan Islam dan memotong tali pusarnya dengan keluarganya, maka tidak ada harapan baginya. Hapuslah ia dari hidup anda dan lanjutkanlah hidupmu sendiri. Di usia 28 anda berada di puncak hidupmu. Anda dapat mulai lembaran yang baru dan dengan pengalaman anda, maka kali ini anda akan baik-baik saja.

Jika kalian belum mempunyai anak, jangan mengandung dan melahirkannya sekarang. Hubungan yang bermasalah akan menjadi lebih buruk jika anda mempunyai anak dan anda tentunya tidak ingin menjadi pihak yang bertanggung-jawab atas kehancuran hidup anak-anak anda. Jika anda mempunyai anak dan suami anda menolak meninggalkan Islam dan keluarganya, bawalah anak-anak pergi dan menjauhlah darinya. Lebih baik mereka bertumbuh tanpa ayah daripada membiarkannya menyiksa dan merusak mereka.

Edisi terbaru buku saya saat ini belum beredar. Anda dapat meminta kembali uang anda. Saya memberikan satu salinan edisi sebelumnya.

Saya mengharapkan semua yang terbaik untuk anda.

Ali Sina