Definisi Kecantikan

Kecantikan terletak pada kepribadian, dan kepribadian adalah sesuatu yang dapat diupayakan. Jika anda berhenti mengkuatirkan penampilan anda dan lebih fokus pada memperhatikan orang lain, mereka akan melihat anda sebagai orang yang menarik.


Diposkan oleh Ali Sina pada 8 April 2012

Ali Sina yang baik, ini adalah sebuah kehormatan. Maafkan saya, tetapi itulah yang saya rasakan saat menerima jawaban  dari anda. Di tangan saya ada buku anda “Memahami Muhammad”. Buku itu sangat menarik perhatian saya, ketelatenan anda terlihat dengan sangat jelas. Sahabat saya seorang Amerika, memeluk Islam setelah merasa bingung dengan agamanya yang terdahulu ketika ia sedang dalam pencaharian spiritualnya. Saat saya mengalami krisis spiritual, tidak mampu menjelaskan eksistensi saya yang tidak bermakna dan menyedihkan di dalam dunia ini, saya berpaling kepada Islam setelah seorang penulis Muslim memberikan bukunya kepada saya. Buku itu memberikan penjelasan mengenai Islam dengan indah dan tepat. Ia mengarahkan saya untuk menemui seorang aktivis Muslim yang terpelajar di sekitar tempat tinggal saya. Ia juga mengarahkan saya untuk menemui seorang mualaf lainnya dan dalam waktu yang singkat saya mendapati diri saya dikelilingi oleh orang-orang Timur Tengah yang luar biasa ini, dengan pembawaan yang gagah, bermata besar dan suara dalam yang menenangkan, sangat bertaqwa dan layak disanjung … saya terpesona dan tidak dapat berkata-kata. Saya percaya bahwa saya telah menemukan Tuhan yang sempurna, dan bukan Tuhan yang dibatasi dalam wujud manusia.

Saya adalah seorang Meksiko Amerika, ibu saya adalah keturunan Eropa yang sangat kuat sedangkan ayah saya seorang pecandu alkohol yang fatal, laki-laki jelek yang penuh masalah dan tidak dewasa, serta berasal dari keturunan penduduk asli. Saya acapkali menolak diri saya sendiri oleh karena garis keturunan ayah saya, saya tidak pernah merasakan adanya hubungan batin apapun dengan warisan keturunan campuran yang saya miliki ini. Nilai-nilai mereka berbeda dengan apa yang saya junjung tinggi. Memang apa yang saya rasakan ini sangat tidak benar, tetapi saya merasa sangat jelek dan cacat karena saya tidak terlihat seperti ibu saya, dan mengikuti gen ayah saya yang tercela. Saya tidak tahu dimana tempat saya di dunia ini. Saya merasa sangat terpuruk hanya dengan melihat betapa jeleknya wajah saya di cermin. Saya merasa dibatasi oleh karena DNA ayah saya. Saya berpikir takdir saya adalah menyangkali diri saya, meninggalkan semua yang duniawi demi mencapai Tuhan yang sempurna. Saya tidak menemukan damai saat mempercayai reinkarnasi karena saya tidak dapat menerima konsep menjalani penghukuman dalam hidup yang sekarang oleh karena banyaknya dosa dari kehidupan saya yang sebelumnya. Bapak Sina, anda adalah seorang pakar filsafat ternama, saya sangat mengagumi anda juga perbuatan-perbuatan humanistik anda. Saya sungguh-sungguh berharap anda sudi menjawab beberapa pertanyaan saya, dan mungkin memberikan saya beberapa nasehat atas apa yang telah saya tulis ini.

Pak Sina, apakah menurut anda ada orang-orang yang eksis di dunia ini hanya karena kebetulan? Dan apakah ada etnis-etnis tertentu yang lebih inferior dan secara intelektual, mental, fisik maupun estetik kurang berkembang?

Terimakasih

 

Clara

 

 

Clara yang baik, (bukan nama sebenarnya)

Pertama-tama, pendapat bahwa ada ras-ras tertentu yang lebih baik dan yang lainnya lebih buruk adalah kebohongan belaka. Kemanusiaan hanya terdiri dari satu ras dengan ribuan etnis. Kita mempunyai fitur yang berbeda tetapi tidak ada ras yang jelek. Kecantikan adalah harmoni dari fitur-fitur tersebut. Tidak masalah anda berasal dari ras apa.

Wajah yang cantik ini adalah perpaduan beberapa orang yang wajahnya sangat biasa saja.

Sebenarnya, sains pada akhirnya sudah tidak lagi memikirkan misteri kecantikan. Kecantikan itu hanyalah “biasa saja”. Ya, wajah-wajah “biasa”, yang diciptakan oleh komputer dari perpaduan banyak wajah lainnya, umumnya dipandang kelihatan lebih baik daripada wajah-wajah biasa. Bahkan percampuran beberapa wajah saja – bahkan wajah-wajah yang tidak menarik – cenderung menghasilkan perkembangan-perkembangan yang mengejutkan. (Cobalah sendiri disini: Itu akan sangat menyenangkan).

Inilah masa depan umat manusia. Dengan semakin mengecilnya dunia ini, dan orang-orang yang berasal dari ras yang berbeda melakukan kawin campur, gen-gen kita berbaur dan seperti gambar-gambar yang dihasilkan komputer, spesies kita akan menjadi semakin indah.

Sekarang kita mempunyai bukti empiris yang kuat bahwa mencampur gen-gen kita akan memperbaiki spesies kita. Anggaplah diri anda adalah pionir ras manusia di masa yang akan datang.

Lebih jauh lagi, kecantikan tidak terletak pada penampilan, melainkan pada kepribadian. Jika anda mempunyai kepribadian magnetis, anda akan terlihat cantik. Berapa banyak kali anda melihat orang yang cantik atau tampan pada pandangan pertama tetapi anda langsung tidak lagi berminat pada mereka ketika mereka membuka mulut mereka atau bersikap dengan cara yang tidak pantas? Demikian pula, seperti yang dikatakan Alice Di Negeri Ajaib, anda mungkin bertemu dengan orang-orang yang kelihatannya tidak menarik pada pandangan pertama, tetapi mereka mempesona anda dengan kepribadian mereka yang kuat dan anda mendapati mereka sangat menarik.

Wajah ini adalah perpaduan sepuluh wajah yang sangat biasa-biasa saja.

Kecantikan terletak pada kepribadian, dan kepribadian adalah sesuatu yang dapat diupayakan. Jika anda berhenti mengkuatirkan penampilan anda dan lebih fokus pada memperhatikan orang lain, mereka akan melihat anda sebagai orang yang menarik. Jika anda bertemu dengan seseorang, jangan memikirkan penampilan anda. Tetapi buatlah mereka mengetahui bahwa betapa cantiknya dan menariknya penampilan mereka. Dengan segera mereka pun akan bersikap demikian dan di mata mereka anda akan terlihat cantik.

Orang-orang Meksiko mempunyai perawakan yang cantik. Mereka tidak terlihat seperti orang-orang Eropa. Jika standar kecantikan anda adalah ras kulit putih, anda akan menemui kesulitan untuk melihat kecantikan pada ras lainnya. contoh berikut ini akan memperjelas hal itu. Jika ukuran anda mengenai keindahan bunga adalah mawar, maka anda akan mendapati tidak ada bunga yang dapat menandinginya. Tetapi perbandingan itu salah. Setiap bunga mempunyai keindahannya sendiri. Anda tidak boleh membandingkan.

Sudah tentu klaim bahwa ras-ras tertentu secara intelektual lebih inferior adalah bohong belaka. Kita semua berasal dari Afrika dan jika anda mundur tigapuluh atau empatpuluh ribu tahun, anda akan menemukan bahwa kita semua berasal dari suku yang sama. Dalam skala evolusi ini hanya sejauh satu kejapan mata. Walaupun ras manusia hidup terpisah ribuan tahun, otak kita tidak sanggup menangani perubahan sebesar ini. Kita adalah orang-orang yang sama, secara intelektual dan dalam bidang-bidang yang lainnya.

Fakta bahwa beberapa kebudayaan tetap terbelakang tidak ada kaitannya dengan gen, melainkan dengan keadaan sosial. Sekarang kita dapat melihat kesalahan rasisme. Saya tinggal di Canada, sebuah negara imigran dimana semua orang sedikit banyak mempunyai kesempatan yang sama. Indeks keberhasilan di antara etnis-etnis adalah sama. Orang Kanada berasal dari seluruh penjuru dunia, tetapi oleh karena mendapatkan kesempatan yang sama, mereka juga mempunyai kinerja yang sama. Ini benar-benar menyanggah rasisme. Kaya dan miskin, cerdas dan bodoh, didistribusikan sama di antara semua ras, dan ini dengan jelas menunjukkan bahwa ras bukanlah faktor penentu. Kenyataannya, ras sama sekali tidak eksis. Kita semua satu ras.

Secara umum, orang Muslim tidak mencapai apapun. Tidak peduli mereka ras apa. Mereka seringkali lebih miskin dan lebih kejam. Ini berkaitan dengan budaya mereka yang buruk dan agama yang buruk, dan bukan gen mereka. Orang Afrika Amerika lebih berkemungkinan besar masuk penjara daripada orang kulit putih oleh karena angka penikaman sebanyak 39 kali. Ini juga tidak berkaitan dengan gen. Orang kulit hitam telah tersesat ketika mereka mulai percaya pada kebohongan kaum liberal dan menjadi orang Demokrat. Mereka meninggalkan nilai-nilai keluarga. Angka kehamilan remaja di antara kulit hitam di Amerika sangatlah tinggi dan menjadi ibu/orangtua tunggal adalah norma yang berlaku. Alkoholisme dan kecanduan obat terlarang sangatlah tinggi. Apa yang dapat anda harapkan dari anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga yang timpang seperti itu? Dan yang lebih parah lagi, prosentase besar orang kulit hitam adalah rasis, dibandingkan dengan kulit putih. Kenyataannya, sejumlah besar orang kulit hitam itu rasis. Dukungan buta mereka terhadap Obama membuktikan hal itu. Cacat-cacat inilah yang tetap mengikat orang kulit hitam dalam keadaan terpuruk, bukan gen mereka.

Secara ilmiah rasisme itu salah. Rasisme juga salah secara moral dan secara intelektual tidak jujur. Rasisme adalah puncak kebodohan. Kita telah melewati tahap kebebalan ini dan kita tidak boleh sekalipun mengijinkannya untuk kembali lagi. Dalam pengalaman saya, orang-orang yang paling tidak rasis adalah orang kulit putih. Semua ras lainnya sedikit banyak lebih rasis.

Ada sebuah kisah Cina kuno yang tepat diceritakan disini. Seorang pria muda yang telah belajar dengan keras untuk menjadi petarung kung fu terhebat berpikir jika ia dapat menemukan titik kelemahan lawannya, maka ia akan dapat memukulnya dan mengalahkan lawannya dalam kompetisi apapun. Ia memperhatikan mereka dengan seksama dan mempelajari kelemahan-kelemahan mereka sebelum bertanding dengan mereka. Tetapi setiap kali ia kalah. Dengan tertekan dan patah semangat ia menemui gurunya dan bertanya apa yang salah dengan strateginya. “Kelihatannya sangat masuk akal”, katanya, “jika mencari peluang kelemahan lawan saya, dan kemudian menggunakannya untuk mendapatkan kemenangan. Mengapa itu tidak berhasil?”

Gurunya menggambar garis di pasir dan berkata, “Pendekkanlah garis ini tanpa menyentuhnya atau menutupinya. Jika engkau dapat menemukan cara untuk melakukannya, engkau juga akan mengerti mengapa strategimu tidak berhasil”.

Orang muda itu memperhatikan garis itu berjam-jam dan merasa mustahil melakukan apa yang diminta gurunya. Akhirnya ia menyerah. “Ini adalah salah satu teka-teki yang tidak ada jawabannya”, protesnya.

“Tentu ada”, kata gurunya. “Sekarang perhatikanlah dengan seksama”. Kemudian ia menggambar garis yang lebih panjang di pasir, di samping garis yang pertama. “Beginilah caranya”, kata gurunya. “Tidakkah kau lihat garis yang pertama menjadi lebih pendek? Dan saya bahkan tidak menyentuhnya”.

Pelajaran moral dari kisah ini adalah jangan fokus pada hal-hal yang tidak dapat anda ubah. Melainkan, perbesarlah kekuatan-kekuatanmu. Tidak lama lagi apa yang menurut anda adalah cacat dalam diri anda akan menjadi tidak penting dan tidak dilihat orang lain bahkan diri anda sendiri. Alih-alihh berusaha menghilangkan kekurangan anda, tingkatkanlah kesempurnaan anda.

Silahkan menonton video ini. Ini adalah aplikasi prinsip di atas.

Anda bertanya apakah eksistensi kita adalah suatu kebetulan ataukah ada tujuan mengapa kita dilahirkan. Saya percaya kita adalah hasil kebetulan. Tidak ada tujuan mengapa kita dilahirkan. Angin menerbangkan benih kemana saja. Banyak yang jatuh di tempat yang salah dan tidak pernah menjadi tunas. Hanya sedikit yang jatuh di tanah yang baik, dengan kelembaban yang tepat, dan sinar matahari untuk bertumbuh dan menjadi tanaman yang menghasilkan buah. Eksistensi mereka hanya kebetulan. Jika anda memikirkan jumlah sperma yang telah terbuang dan hanya satu yang berhasil menemui telur dan menjadi seorang bayi, anda akan melihat tidak ada banyak perbedaan antara eksistensi kita dengan eksistensi tumbuhan. Kita semua adalah hasil kebetulan.

Tetapi hidup tanpa tujuan adalah hidup yang tidak layak dijalani. Jadi tergantung pada kitalah untuk memberi tujuan pada eksistensi kita.

Kita dibuat dari milyaran sel, masing-masingnya diciptakan dengan tujuan khusus. Sel-sel yang dimaksudkan untuk menjadi tulang tidak dapat memutuskan untuk menjadi sel otot atau sel otak. Tujuan eksistensi mereka telah ditentukan sebelumnya. Tidak seperti sel-sel kita, kita manusia bebas untuk memilih apa yang hendak kita lakukan dengan hidup kita dan bagaimana memenuhi tujuan eksistensi kita. Satu-satunya batasan hanyalah imajinasi kita dan determinasi kita.

Fakta bahwa tidak ada tujuan yang ditetapkan sebelumnya bagi eksistensi kita bukanlah sesuatu yang buruk. Sebenarnya itu hebat karena kita dapat memilih tujuan apapun untuk eksistensi kita sesuai keinginan kita dan kita dapat mengubahnya. Saya mempunyai tujuan hidup yang berbeda hingga 14 tahun yang lalu. Kemudian saya mengubahnya dan saya lebih bahagia. Kini hidup saya mempunyai tujuan yang besar. Itulah tujuan yang telah saya pilih. “Panggilan” itu datang dari diri saya sendiri.

Anda harus memilih tujuan bagi eksistensi anda. Lakukanlah sesuatu untuk menolong orang lain. Semakin banyak anda menolong orang lain, maka hidup anda akan semakin utuh. Tidak mempunyai tujuan hidup adalah sebuah tragedi. Malangnya, banyak orang hidup dalam tragedi ini.