Teori Konspirasi 11 September: Fitnah Berdarah Yang Baru

Kebiadaban 9/11 diinspirasi oleh Quran; dirancang oleh para mujahid Muslim; dilaksanakan oleh para pejuang Islam; diagungkan oleh orang-orang Muslim sebagai kemenangan besar mereka dan dengan sukaria dirayakan di seluruh dunia Muslim.


Diposkan oleh Ali Sina pada 30 Maret 2012

Lebih dari satu dekade setelah tragedi 9/11 teori-teori konspirasi masih bermunculan. Adalah penting untuk mengetahui kebenaran dan apa yang mengompori konspirasi ini. Sebagian dari kedua hal tersebut adalah karena gampang ditipu dan kebodohan. Banyak orang yang bodoh. Mereka malas berpikir secara kritis. Jika anda percaya atau masih percaya pada konspirasi ini, saya berharap setelah anda membaca artikel ini anda akan mengakui bahwa anda ada di antara barisan orang-orang bodoh. Tapi jangan bersedih. Pengakuan ini akan menjadi permulaan dari pencerahan anda. Anda harus kuatir jika anda terus mempercayai konspirasi ini. Orang-orang bodoh senantiasa dimanfaatkan oleh tangan-tangan licik untuk menjadi alat kejahatan. Orang-orang bodoh itu berbahaya.

Konspirasi ini adalah kejahatan semata. Ia dibuat oleh orang-orang yang sangat jahat dan dipercayai oleh orang-orang yang sangat bodoh. Ia dirancang secara licik sebagai sebuah penyangkalan berdarah yang baru. Saya akan menjelaskannya pada akhir artikel ini. Tetapi pertama-tama ijinkan saya untuk memaparkan kekeliruan klaim tersebut. Artikel ini berdasarkan pada logika dan sains, bukan meruapakan agenda politik. Silahkan melihat klaim tersebut terlebih dahulu pada 911-conspiracy.

Nah, kelihatannya meyakinkan bukan? Kini marilah kita membahas klaim-klaim tersebut satu demi satu dan menyingkapkan penipuannya. Berikut adalah mitos-mitos yang dikemukakan:

 

Mitos 1 – Runtuhnya Gedung 7

Satu pertanyaan yang diajukan para pembuat teori konspirasi, mengapa gedung pencakar langit ketiga di WTC yang tidak ditabrak oleh pesawat-pesawat itu runtuh juga?

Saya mengutip paragraf berikut ini dari Wikipedia:

“Hipotesa resmi yang dirilis dalam laporan kemajuan Juni 2004 dan diulangi dalam update status pada Juni 2007 adalah bahwa kerusakan sebuah kolom yang penting terjadi di bawah lantai ke-13, disebabkan oleh karena api dan/atau puing-puing dari runtuhnya dua menara utama. Keruntuhan itu bergerak secara vertikal ke atas hingga ke griya tawang mekanis di timur. Struktur interior tidak mampu menahan beban yang tersalurkan, mengakibatkan pergerakan keruntuhan ke lantai-lantai yang lebih rendah, terutama lantai 5 dan 7. Ini mengakibatkan “keruntuhan yang tidak proporsional pada seluruh struktur”

Perusahaan asuransi sepakat untuk mengganti gedung tersebut. Ini membuat mereka harus mengeluarkan biaya 7 milyar dollar.

Pertama, perusahaan asuransi tidak membayar kepada para pemilik jika gedung mereka rusak atau dihancurkan. Asuransi dimaksudkan untuk membayar biaya penggantian. Oleh karena itu, Larry Silverstein, pemegang lising gedung tersebut tidak dan tidak akan mengambil satu sen pun dari 7 milyar dollar tersebut. Uang itu dibayarkan kepada seorang kontraktor yang disewa oleh perusahaan asuransi untuk mengganti gedung tersebut. Ini adalah prosedur normal.

Kedua, akankah perusahaan asuransi membayar uang sebanyak itu jika gedung tersebut dengan sengaja dihancurkan? Tidakkah mereka akan mengirim inspektur mereka sendiri untuk memverifikasi keabsahan klaim tersebut? Tujuh milyar dollar bukanlah jumlah yang sedikit. Jika mereka membayarkan uang tersebut itu karena mereka yakin tidak ada kecurangan.

Ketiga, siapakah yang akan diuntungkan dari penghancuran gedung tersebut? Jika penghancuran itu dimaksudkan untuk membunuh orang, seperti yang dikehendaki oleh para pembuat teori konspirasi untuk kita percayai, tujuan itu tidaklah tercapai. Jadi jika penjelasan resmi yang mengatakan bahwa gedung tersebut telah mengalami kerusakan fatal akibat jatuhnya puing-puing dari dua menara WTC itu tidak benar, motif lain apakah yang dipikirkan oleh para pembuat teori konspirasi tersebut?

Video tersebut mengklaim bahwa Larry Silverstein dalam rekaman mengatakan bahwa ia memerintahkan Departemen Pemadam Kebakaran New York untuk “merobohkannya”.

Pikirkanlah hal itu sejenak. Apakah klaim itu realistis? Akankah Departemen Pemadam Kebakaran New York (NYFD) merobohkan gedung yang benar-benar aman hanya karena pemiliknya memerintahkan mereka untuk merobohkan gedung itu?

Untuk menjawab argumen pertama ini kita tidak harus menjadi seorang insinyur bangunan ata u mempunyai pengetahuan apapun mengenai bangunan. Yang diperlukan hanyalah sedikit akal sehat. Sayangnya akal sehat bukanlah sesuatu yang dimiliki banyak orang. Seperti yang ditegaskan oleh Bertrand Russel, “Berkenaan dengan kegilaan kebanyakan umat manusia, kepercayaan yang luas diyakini nampaknya lebih tidak masuk akal” [Marriage and Morals.1929 bab. 5]

Gambar berikut ini menunjukkan kerusakan yang dialami Gedung 7 dan mengapa kemudian gedung itu harus dirobohkan.

Paragraf berikut diambil dari Wikipedia

Setelah Menara Utara runtuh, beberapa petugas pemadam kebakaran memasuki Gedung 7 World Trade Center untuk memeriksa gedung tersebut. Mereka berusaha memadamkan kobaran-kobaran kecil api, tetapi tekanan air yang rendah menghalangi usaha mereka. Semakin siang, kobaran api semakin menjadi-jadi dan membakar beberapa lantai Gedung 7 World Trade Center, nyala api terlihat di sisi timur gedung tersebut. Selama siang hari, api juga terlihat di lantai 6-10, 13-14, 19-22, dan 29-30. Terutama, api di lantai 7 hingga 9 dan 11 melewati 13 terus membakar dengan tidak terkendali selama siang hari. Pada kira-kira jam 2 petang, para petugas pemadam kebakaran mendapati adanya lengkungan di sudut barat daya Gedung 7 World Trade Center antara lantai 10 dan 13, tandanya bangunan itu tidak stabil dan akan runtuh. Selama siang hari, para petugas pemadam kebakaran juga mendengar suara-suara berderak yang berasal dari dalam bangunan. Sekitar pukul 3 petang ketua FDNY Daniel Nigra memutuskan untuk menghentikan operasi penyelamatan, penyisiran di permukaan dan pencaharian di sepanjang permukaan puing-puing di dekat Gedung 7 World Trade Center dan mengevakuasi area tersebut sehubungan dengan keselamatan para petugas pemadam kebakaran. Pada pukul 5:20:33 sore EDT bangunan itu mulai runtuh, dengan rubuhnya griya tawang mekanis timur, dan pada pukul 5:21:10 sore EDT benar-benar runtuh. Tidak ada yang dikaitkan dengan keruntuhan itu.

 

Mitos 2: Api saja tidak cukup untuk meruntuhkan bangunan yang terbuat dari baja.

Para pembuat teori konspirasi berargumen bahwa mengingat Meridian Plaza di Philadelphia terbakar selama 19 jam namun gendung itu tidak rubuh, bagaimanakah kedua menara kembar itu dapat rubuh setelah satu atau dua jam terbakar? Mereka juga bertanya, “Bagaimana bisa bahan bakar jet menyebabkan keruntuhan itu ketika Federal Emergency Management telah menyatakan bahwa kebanyakan bahan bakar jet telah habis pada nyala api pertama?” Tambahan lagi, mereka bertanya,”Bagaimana api dapat menyebabkan keruntuhan sedangkan tes yang dilakukan oleh Cardington menemukan bahwa bangunan yang terbuat dari baja tidak akan terbakar oleh api dengan temperatur melebihi batasan yang dapat dicakup oleh bahan bakar jet? Oleh karena asap hitam yang berasal dari dalam bangunan mengindikasikan bahwa api sangat membutuhkan oksigen dan tidak dapat mencapai derajat maksimum 1.800 derajat Fahrenheit dan baja meleleh pada temperatur yang jauh lebih tinggi yaitu 2.500 derajat Fahrenheit, bagaimana para kru yang bertugas melakukan pembersihan dapat menemukan baja yang telah meleleh di gudang bawah tanah?”

Berikut ini adalah jawaban saya: Ketika suatu bangunan baja pencakar langit terbakar, satu-satunya bahan bakarnya adalah perabotan di dalam gedung itu. Ini tidak menghasilkan panas yang cukup untuk melelehkan bangunan baja.

Ketika ribuan liter bahan bakar jet ditumpahkan sekaligus dalam ruang yang tertutup panas yang tercipta derajatnya sangat tinggi. Ia tidak hanya menjadi sekadar panas tetapi sudah menjadi sebuah bom. Itu karena hawa panas yang terperangkap. Sebatang kayu yang dibakar di dalam kompor kayu dapat menghasilkan panas yang lebih banyak daripada jika ia dibakar di ruang terbuka dimana panas dapat menguap ke dalam atmosfir.

Bagaimanapun, bangunan-bangunan itu tidak runtuh karena tiang-tiang baja yang meleleh. Gedung-gedung itu runtuh karena bangunan itu rusak dan dianggap berbahaya. Panas melunakkan baja dan mengakibatkan baja itu menjadi bengkok sehingga bangunan mudah rubuh. Panas hanyalah elemen tambahan, bukan penyebab utama keruntuhan.

Gedung Selatan rubuh hanya berselang satu jam karena berat akibat kerusakan lebih parah dari Gedung Utara yang rubuh setelah dua jam terbakar.

Kerusakan struktural sendiri tidak cukup kuat untuk merubuhkan bangunan. Itulah yang terjadi pada Gedung 7.

Pada bulan Juni 1995, Pasar Swalayan Sampoong di Korea runtuh karena kegagalan struktural. Pada awalnya retakan kecil mulai terlihat. Retakan itu secara bertahap mulai melebar. Dibutuhkan beberapa hari setelah retakan-retakan itu ditemukan barulah seluruh bangunan itu runtuh. Dengan beban yang sangat berat yang dapat ditanggung menyebabkan kerusakan pada kolom-kolom, dua menara rubuh bahkan tanpa adanya api.

 

Mitos 3: Racikan super digunakan untuk meningkatkan panas

Para fisikawan seperti Steven E. Jones dan  Niels Harrit mengklaim bahwa di dalam debu dan puing-puing menara-menara WTC terletak bukti adanya “bahan peledak yang dirancang berdaya ledak tinggi”. Mereka menunjuk dua jejak material panas aktif, sebuah substansi yang menghasilkan panas intens yang terlokalisir ketika dibakar, yang ditemukan di antara puing-puing Ground Zero.

Jawaban: Racikan super hanya dapat menghasilkan panas yang intens di area yang kecil. Mengecatnya pada baja setebal satu inchi, yaitu ketebalan baja yang digunakan dalam membangun kolom-kolom WTC, dan membakarnya, tidak mengakibatkan besi itu menjadi cukup panas sehingga dapat menjadi bengkok. Faktanya, bahan bakar itu akan habis sebelum sisi lain dari baja itu menjadi panas. Teori ini benar-benar tidak ilmiah.

Tetapi darimana datangnya jejak racikan super itu?

Material panas aktif adalah suatu kombinasi aluminium dasar dan besi oksida dalam bentuk racikan yang dikenal sebagai “nanostructured super-thermite”, yang digunakan untuk memotong baja dan pengelasan, pertunjukan kembang api, granat tangan dan penghancuran.

Menara-menara WTC dibuat dengan menyambung baja dengan cara pengelasan. Ratusan ton batang dilas untuk membangun kedua menara itu. Sudah tentu anda akan menemukan bahan tersebut di dalam debu. Apabila ada bangunan yang dibuat dari baja yang dilas maka anda akan menemukan material ini.

Lebih penting lagi,  setelah keruntuhan gedung-gedung itu, kolom-kolom harus dipotong agar dapat dipindahkan. Ini mengakibatkan materi tersebut terserak dimana-mana dan itulah alasan mengapa baja yang sudah meleleh ditemukan disana.

Ternyata pengetahuan dua orang “fisikawan” tidak ada apa-apanya!

 

Mitos 4: Dampak angin dan badai lebih besar daripada dampak pesawat terbang

Satu pertanyaan yang diajukan oleh para pembuat teori konspirasi adalah: “Bagaimana dampak pesawat terbang dapat menyebabkan keruntuhan sedangkan angin kencang dan badai adakalanya mempunyai dampak yang lebih besar daripada dampak pesawat terbang?” Mereka berargumen bahwa gedung-gedung dirancang untuk dapat menahan kekuatan angin sebesar 140 mph yang dapat menyebabkan kekuatan tekanan sebesar 11.000 pound, yang lebih besar daripada dampak pesawat terbang.

Tekanan ini adalah penipuan. Tidak seorangpun pernah mengatakan bahwa gedung-gedung itu runtuh karena dampak tersebut. Kekuatan 11.000 pound ditopang oleh keseluruhan bangunan itu, walaupun ditabrak oleh pesawat. Gedung-gedung itu tidak membengkok karena dampak tersebut. gedung-gedung itu tidak rubuh oleh karena dampak tersebut. gedung-gedung itu rubuh karena kolom-kolomnya tidak sanggup menahan beban 20 dan 40 lantai diatasnya.

Sebutir peluru yang dapat membunuh anda hanya akan sedikit mendorong anda jika dampaknya dialihkan oleh rompi anti peluru. Dampak angin didistribusikan sedangkan dampak/kerusakan jendela-jendela terlokalisir, dan itu menyebabkan kerusakan struktural.

 

Mitos 5: Menara Kembar dihancurkan melalui tindakan penghancuran yang terkontrol.

Pertanyaan lainnya yang diajukan adalah, “Bagaimana gedung-gedung itu dapat runtuh dengan kecepatan gravitasi? Setiap lantai yang jatuh mestinya memperlambat keruntuhan. Ini tidak akan dapat terjadi tanpa bahan-bahan peledak yang telah diletakkan sebelumnya di dalam gedung itu”.

Jawaban: pertanyaan ini akan mengusik mereka yang mempunyai sedikit pemahaman mengenai fisika. Mengapa lantai-lantai yang jatuh mesti memperlambat keruntuhan? Beban berat material yang runtuh akan semakin membesar seiring dengan keruntuhannya. Jika lantai pertama di bawah tabrakan tidak dapat menahan beban yang runtuh ke atasnya, maka kita tidak dapat mengharapkan lantai-lantai di bawahnya akan sanggup menahan beban itu. Semua lantai dibangun dengan kekuatan yang sama tetapi beban yang runtuh menimpa setiap lantai yang ada di bawahnya lebih besar daripada lantai yang ditopang oleh lantai-lantai atas. Ini seperti mengharapkan lapisan-lapisan “cardboard” yang ditempatkan secara berjarak di bawah bola bowling yang jatuh, dan mengharapkan agar itu dapat memperlambat kejatuhannya. Lantai-lantai dibangun untuk menopang beban berat orang dan furnitur. Lantai tidak dirancang untuk menopang berat jatuhnya ribuan ton beton. Para pekerja bangunan tahu bahwa lantai tidak dapat menopang beban yang besar dan saat menyimpan bahan-bahan bangunan mereka tidak pernah terlalu banyak beban di satu tempat. Tidak ada lantai yang dapat menahan jatuhnya beban gedung berlantai 20 atau 40. Seringkali beban yang satu lantai yang jatuh sudah cukup untuk meruntuhkan lantai di bawahnya. Argumen semacam itu sangat aneh.

 

Mitos 6: Bahan-bahan peledak digunakan untuk menghancurkan gedung-gedung itu.

Klaim ini adalah kelemahan dari teori konspirasi dan paling mudah untuk disanggah.

Beberapa saksi mata telah mengklaim bahwa mereka mendengar beberapa ledakan. Jesse Ventura, seorang yang tertarik pada teori konspirasi, telah mewawancarai beberapa orang yang mengklaim bahwa mereka mendengar dua, tiga, empat, bahkan hingga 10 ledakan.

Ventura mendengar banyak laporan yang bertentangan. Ini berarti bahwa kecuali satu, semua yang lain telah berbohong padanya, atau mereka hanyalah orang-orang yang bingung.

Ada banyak video yang menayangkan keseluruhan kejadian. Tidak satupun dari video-video itu yang menunjukkan adanya ledakan. Awan debu yang tercipta disebabkan karena beton yang hancur.

Cara terbaik untuk menyanggah teori penghancuran terkontrol ini adalah dengan melihat keruntuhan menara-menara WTC dan membandingkannya dengan penghancuran-penghancuran yang terkontrol.

Dalam tindakan penghancuran yang terkontrol, kolom-kolom dilubangi dan dinamit diletakkan di dalamnya. Ketika diledakkan, gedung-gedung runtuh dan hancur berkeping-keping saat lantai jatuh ke tanah. Dalam penghancuran yang terkontrol, tindakan penghancuran dilakukan dari bawah ke atas.

Berikut ini adalah beberapa demonstrasi penghancuran yang terkontrol. Perhatikan bagaimana seksamanya proses mempersiapkan sebuah gedung yang akan dihancurkan. Apakah semua persiapan ini terjadi di kantor orang-orang yang bekerja di WTC di depan mata mereka tanpa medapat perhatian semua orang yang ada disana?

Runtuhnya WTC sangatlah berbeda. Semua video menunjukkan bahwa penghancuran itu terjadi dari atas ke bawah. Saat lantai-lantai atas dihancurkan, lantai-lantai di bawah masih utuh. Lantai-lantai itu runtuh segera setelah tertimpa beban puing-puing yang berjatuhan.

Hanya dibutuhkan waktu beberapa menit memperhatikan dengan seksama video-video keruntuhan menara kembar itu, maka kita dapat langsung menggugurkan teori-teori konspirasi. Jika anda memperhatikan dengan seksama anda akan melihat bahwa lantai-lantai di bawah tabrakan masih berdiri dan utuh ketika lantai-lantai di atas menimpanya, yang berarti tidak ada penghancuran yang terjadi di lantai-lantai bawah dan keseluruhan argumen penghancuran yang terkontrol digugurkan. Hanya inilah yang kita butuhkan untuk menyanggah semua klaim lainnya. Bandingkanlah keruntuhan ini dengan keruntuhan akibat banyak tindakan penghancuran terkontrol lainnya. Anda akan melihat perbedaannya. Dalam penghancuran yang terkontrol, seluruh lantai runtuh bersamaan. Sedangkan bagian-bagian menara WTC yang lebih rendah masih berdiri kokoh hingga tertimpa reruntuhan lantai-lantai atas.

Hanya inilah yang anda butuhkan untuk melihat bahwa teori konspirasi tersebut hanyalah sebuah kebohongan besar. Anda tidak perlu menjadi seorang insinyur bangunan atau bahkan seorang pakar intelektual. Yang anda perlukan hanyalah mempunyai sedikit akal sehat. Itulah yang tidak dimiliki banyak orang. Kita manusia adalah korban dari penipuan kita sendiri. Kita membiarkan diri kita sendiri ditipu karena kita tidak belajar untuk berpikir scara kritis. Kita adalah spesies yang bodoh. Inilah alasan dibalik kesengsaraan kita yang tidak berkesudahan. Bukankan terpilihnya Obama adalah bukti yang cukup kuat bahwa sejumlah besar manusia memang benar-benar bodoh? Mayoritas manusia di seluruh dunia berpikir orang yang sakit mental ini adalah sang Mesias. Mereka jugalah yang percaya kepada teori konspirasi yang bodoh itu.

Berikut ini adalah sebuah simulasi komputer tentang bagaimana gedung-gedung itu runtuh.

 

Mitos 7: Bagian atas gedung-gedung itu runtuh, jadi tidak ada beban pada lantai-lantai di bagian bawah

Pertanyaan lainnya yang diajukan adalah, “Bagaimana kedua menara kembar itu dapat langsung runtuh ke bawah sedangkan kerusakan dan api yang muncul hanyalah ke satu sudut dari dua sisi? Hanya bagian-bagian atas menara kembar yang mestinya jatuh, dan semestinya tidak runtuh lurus ke bawah. Faktanya bagian atas salah satu menara tidak runtuh ke atas gedung 4, jadi tidak ada beban berat gedung yang menghancurkan lantai-lantai di bawah. Lalu apa yang menyebabkan keruntuhan lantai-lantai tersebut?”

Bagian atas salah satu gedung terlihat runtuh menimpa lantai-lantai di bawah. Gambar ini sendiri sudah cukup untuk melihat bahwa lantai-lantai bawah tidak mampu menahan beban sebanyak itu.

Jawaban: Ini hanyalah sebuah kebohongan. Pertama, bagian-bagian atas gedung tidak hanya runtuh tetapi jatuh tepat ke atas lantai-lantai di bawah. Gambar ini menunjukkannya.

Kedua, mengapa gedung dengan area lantai yang sangat luas dapat runtuh? Ini memerlukan kekuatan yang sangat besar. Jika satu-satunya kekuatan dalam peristiwa itu hanyalah gravitasi maka tidak ada alasan bagian-bagian atas dapat runtuh. Jika kedua sisi dan inti gedung rubuh maka kolom-kolom lainnya tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk menahan gedung itu tetap berdiri. Mereka akan bengkok dan gedung itu runtuh menimpanya.

Gambar ini sudah cukup untuk melihat bahwa lantai-lantai di bawah tidak sanggup menahan beban itu. Lantai-lantai atas dengan beban 40 lantai runtuh lebih cepat daripada hanya 20 lantai.

 

Mitos 8: para pembajak tidak dapat terbang.

Salah satu instruktur penerbangan para pembajak mengatakan, “Sampai hari ini saya masih terheran-heran bagaimana ia dapat terbang sampai ke Pentagon. Dia sama sekali tidak bisa terbang”.

Para pembajak tidak perlu belajar bagaimana menerbangkan atau mendaratkan pesawat. Mengarahkan pesawat di udara tidak memerlukan banyak latihan. Satu-satunya yang ingin mereka pelajari hanyalah bagaimana melaksanakan kejahatan itu.

Anggaplah para teroris Islam yang fanatik itu, yang dengan senang hati menjadi martir untuk masuk surga, tidak bertindak sebagai pilot pesawat-pesawat terbang itu, lalu siapa? Siapa lagi yang sangat ingin melakukan bunuh diri?

Argumen itu sangat idiot sehingga tidak memerlukan sanggahan apapun. Tetapi argumen itu memberi pada kita sedikit pengetahuan mengenai pikiran licik para pembuat teori konspirasi dan kebodohan orang-orang yang mempercayainya.

Keanehannya tidak berakhir disini. Para pembuat teori konspirasi bertanya, “Bukankah itu tidak bisa dikatakan hanya sebuah kebetulan jika keempat pesawat yang dibajak hanya 20% hingga 50% kursinya yang terisi, sedangkan semua penerbangan trans-kontinental lainnya hari itu 70-90% kursinya terisi penumpang?”

Saya tidak tahu berapa banyak kursi yang terisi penumpang dalam pesawat-pesawat yang dibajak itu dan apakah ini sangat tidak lazim. Tujuan dari para pembuat teori konspirasi ini hanyalah untuk menghancurkan dan berikut ini kita akan melihat alasannya. Namun demikian, mari kita beri mereka peluang untuk menjadi ragu dan menerima klaim tersebut. Apakah yang ingin mereka buktikan? Bahwa orang-orang yang merencanakan penghancuran WTC dan menyebabkan kematian 3000 orang peduli untuk menyelamatkan hidup segelintir orang Amerika dan oleh karena itu mereka memutuskan untuk tidak mengisi pesawat itu penuh dengan penumpang? Jika niatnya adalah untuk membunuh dan semua ini direncanakan oleh Bush, Chaney dan Condoleezza Rice mengapa tidak mengisi penuh pesawat-pesawat itu hingga kapasitas maksimum?

Para pendusta tidaklah konsisten. Tujuannya adalah melemparkan sebanyak mungkin lumpur dengan harapan ada sebagian yang mengena. Cara licik dalam mempresentasikan argumen seperti ini merupakan ciri khas semua ideologi bobrok yang mengandalkan kebohongan untuk mendapatkan kekuaaan. Cara seperti ini dipraktikkan oleh Nazi di Jerman, Fasisme di Italia, Komunisme di seluruh dunia, dan kini oleh sayap kiri dan sudah tentu oleh orang-orang Muslim yang telah berdusta selama 1400 tahun. Para penyebar kebencian itu mengandalkan kekuatan dusta besar. Semakin besar suatu kebohongan, kedengarannya akan semakin kredibel.

 

Fitnah Berdarah Yang Baru

Selama abad pertengahan di Eropa, pada masa Paskah, tuduhan-tuduhan aneh dan fitnah seringkali dibuat terhadap orang Yahudi. Tuduhan-tuduhan ini biasanya mengakibatkan munculnya serangan-serangan kekerasan terhadap komunitas-komunitas Yahudi. Ada ratusan tuduhan berdarah di sepanjang sejarah, yang mengakibatkan kematian ribuan orang. Tema tuduhan berdarah umumnya sama. Seorang anak hilang; biasanya seorang anak laki-laki. Kemudian muncul tuduhan bahwa orang Yahudi membunuh anak itu dan menggunakan darahnya untuk acara-acara ritual. Biasanya orang-orang yang meluncurkan tuduhan itu telah membunuh anak itu dengan tangan mereka sendiri untuk menuduh orang Yahudi. Kadangkala anak itu adalah korban kecelakaan atau kemudian ditemukan tidak terluka sama sekali. Metode-metode penyiksaan yang terkejam seringkali digunakan untuk memaksakan pengakuan, dan dakwaan-dakwaan rekayasa digunakan untuk menghina dan menyerang komunitas-komunitas Yahudi.

Pada abad 14, tuduhan-tuduhan pembunuhan ritual menjadi hal yang biasa terdengar pada waktu Paskah. Fakta bahwa pengorbanan manusia dan penggunaan darah binatang untuk tujuan apapun sangat dilarang menurut hukum Yahudi sama sekali tidak dipedulikan oleh para pembuat dan pemercaya dusta. Nalar diabaikan ketika kebencian dan kebebalan memerintah. Penolakan terhadap tuduhan-tuduhan berdarah oleh banyak Paus sepanjang abad hanya berdampak kecil dan sama sekali tidak menghentikan mereka.

Hingga hari ini banyak negara Muslim Arab yang meluncurkan tuduhan berdarah seperti itu terhadap orang Yahudi untuk menzolimi mereka dan membangkitkan kebencian terhadap mreka. Namun demikian tuduhan ini telah diekspos. Bagaimanapun kebencian tehadap orang Yahudi masih ada. Para pembenci Yahudi kini telah menciptakan tuduhan yang baru, yaitu teori konspirasi tragedi 11 September. Berdasarkan teori ini, bukan orang Muslim yang telah melakukan kebiadaban pada September 2001, melainkan Mossad, agen intelijen nasional Israel, dengan bantuan CIA dan pemerintahan Bush.

Berbagai motif dikemukakan, termasuk: agar Amerika Serikat menyerang musuh-musuh Israel; untuk mengalihkan perhatian publik dari perlakuan Israel terhadap orang-orang Palestina; menolong kelompok Zionis mengambil kendali atas urusan-urusan dunia; membujuk orang-orang Amerika untuk mendukung Israel.

Orang-orang yang mendukung teori ini percaya bahwa para pekerja Yahudi telah terlebih dahulu diperingatkan oleh intelijen Israel agar tidak masuk kerja pada 11 September, sehingga tidak ada orang Yahudi yang mati dalam tragedi WTC. Menurut Cinnamon Stillwell, beberapa pembuat teori konspirasi 9/11 mengemukakan bahwa sejumlah 4000 orang Yahudi tidak masuk kerja hari itu. Ini pertama kalinya dilaporkan pada 17 September oleh saluran televisi satelit Al-Manar yang dimiliki Hezbollah Lebanon.

Jumlah orang Yahudi yang wafat dalam serangan-serangan itu diperkirakan antara 270 hingga 400 orang. Angka terendah sangat berkaitan dengan prosentasi orang Yahudi yang tinggal di wilayah New York dan survey-survey parsial mengenai daftar agama yang dianut korban.

 

Siapakah yang berada di balik teori konspirasi ini?

Siapakah yang diuntungkan dari penyebaran kebohongan ini?

Tidaklah sulit untuk melihat siapa yang mendapat keuntungan. Sudah tentu orang-orang Muslim dan sayap kiri.

Osama Bin Landen, yang menyebut serangan ini sebagai ghazwah, (serangan dadakan) telah menyombongkan keberhasilannya. Para pembajak itu dipuji-puji oleh banyak situs jihadi Muslim. Bukankah itu sudah cukup bukti bahwa orang Muslim berada di belakangnya?

Al-Muhajiroun yang dipimpin oleh  Omar Bakri Muhammad dan Anjem Choudary mengadakan sebuah konferensi “The Magnificent 19”, yang memuji penyerangan 11 September.

Ini adalah fakta-fakta yang disangkali para pembuat teori konspirasi, tetapi mereka berpegang pada teori-teori yang tidak berdasar, yang tidak satupun teori itu masuk akal maupun ilmiah.

Bertrand mengatakan, “Jika seseorang disodorkan fakta yang bertentangan dengan instingnya ia akan memeriksanya dengan seksama, dan bila buktinya tidak cukup kuat, ia akan menolak untuk mempercayainya. Di sisi lain, jika ia disodorkan sesuatu yang sesuai nalar untuk bertindak menurut instingnya, maka ia akan menerimanya sekalipun hanya didukung sedikit bukti. Asal mula mitos dijelaskan dengan cara demikian.”

Ini menjelaskan mengapa teori konspirasi yang bodoh ini diterima oleh banyak orang yang mudah ditipu.

Tujuannya adalah untuk menipu dan mengalihkan perhatian orang sehingga musuh tidak dihentikan. Di satu sisi orang Muslim mengagungkan para pembajak dan pada saat yang sama mereka menyangkal kalau mereka terlibat dengan tragedi itu. Dengan satu sisi mulut mereka, mereka mengatakan bahwa Amerika sudah tahu hal itu akan terjadi dan dengan sisi mulut mereka yang lain mereka menumpahkan kesalahan pada orang Yahudi, CIA dan Bush. Semua ini hanya taqiyyah. Dan sudah tentu orang-orang bodoh yang bermanfaat bagi sayap kiri senantiasa di pihak siapapun yang menentang Amerika. Semakin banyak kekacauan yang diciptakan maka semakin banyak suara mereka dapatkan. Mereka tahu bahwa satu-satunya harapan mereka untuk mendapatkan kekuasaan dan tetap berkuasa adalah melalui kebohongan. Apapun yang dapat melibatkan Amerika, dapat diterima. Keanehan apapun yang dapat membuat Yahudi disalahkan, dapat diterima. Mereka lebih menyukai kebohongan daripada kebenaran sekalipun tidak ada bukti yang dapat mendukung mereka.

Kebiadaban 9/11 diinspirasi oleh Quran; dirancang oleh para mujahid Muslim; dilaksanakan oleh para pejuang Islam; diagungkan oleh orang-orang Muslim sebagai kemenangan besar mereka dan dengan sukaria dirayakan di seluruh dunia Muslim.

Alasan orang Muslim mempromosikan konspirasi ini sudah jelas. Inilah tuduhan berdarah mereka yang baru terhadap orang Yahudi. Tetapi anti Semitisme hidup bahkan di kalangan non Muslim. Orang-orang yang membantai 6 juta orang Yahudi masih hidup, tersembunyi di antara kita. Mereka bisa jadi adalah insinyur dan para pakar. Tetapi mereka berbohong dan dimotivasi oleh kebencian mereka terhadap orang Yahudi dan Amerika, bukan oleh fakta-fakta.

Ada artikel yang sangat bagus mengenai absurditas teori konspirasi ini. Berikut ini adalah kutipan dari artikel itu:

1. Sebuah teori konspirasi yang baik mengatakan bahwa pemerintah sangat kompeten untuk memetakan strategi, merencanakan misi, memilih orang-orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan rancangan itu dan melaksanakannya dan tidak tertangkap. Bagi siapapun yang pernah bekerja untuk pemerintah, diketahui bahwa level kompetensi yang diperlukan untuk menciptakan konspirasi seperti itu melampaui kemampuan pemerintah manapan – demokratis atau yang lainnya.

2. Sebuah teori konspirasi yang baik berasumsi bahwa pemerintah membayar para pekerjanya dengan cukup banyak uang agar mereka tetap bungkam.

3. Teori konspirasi berasumsi bahwa jabatan dan file pekerja di pemerintahan yang menolong melaksanakan konspirasi ini akan mentolerir dan mendukung pembantaian massal sesama suadara sebangsanya. Ini mungkin adalah kritik yang adil untuk para pemimpin politik senior di beberapa negara, tetapi ini adalah tuduhan yang jahat untuk mayoritas pekerja pemerintah di negara-negara demokratis.

Silahkan membaca semua artikel ini disini: 9/11 Conspiracy Theories – Debunking Richard Gage

Dan berikut ini adalah artikel lainnya yang baik mengenai pembahasan ini.

9/11 conspiracy theories: The truth is out there…just not on the internet

Sebarkanlah artikel ini dan jika ada orang yang dapat menolong saya membuat video mengenai subyek ini saya akan sangat menghargainya. Kebohongan akan tetap menyebar jika kebenaran tetap disembunyikan. Mereka yang merancang kebohongan dan menyebarkannya tidaklah menarik hati kami. Mari kita menyebarkan kebenaran dan mengakhiri dusta yang menyesatkan ini.

Jika Jesse Ventura telah menaruh serpihan pekerjaan itu sehingga ia menempatkan (otot) bisepnya di otaknya, ia tidak akan membuat film konspirasi mengenai tragedi 9/11. Seseorang bertanya padanya apakah ia akan membuat film mengenai ketidakmampuan Obama menjalankan tugas jabatannya sebagai presiden. Ia menjawab tidak. Ia menambahkan hal itu sama sekali tidak merisaukannya. Penipu terbesar rakyat Amerika tidak merisaukan orang ini, tetapi ia tidak punya masalah saat menipu publik dengan kebohongan dan menyalahkan korban ketika ada musuh dari luar yang menyerang Amerika.

Masalahnya bukanlah Jesse Ventura. Ia mengejar uang dan kurang memiliki patriotisme. Masalahnya adalah masyarakat awam Amerika yang menonton program-program bodohnya dan membuatnya menjadi kaya raya. Masalahnya adalah orang-orang Amerika tidak lagi dapat membedakan siapa kawan dan siapa lawan, atau kebenaran dan kepalsuan. Bangsa seperti itu akan binasa dan kita dapat melihat hal itu terjadi.